Jumat, 30 Maret 2012,01.22{ Let Me Know }
Lama nggak visit blog. Astaga... kayaknya aku emang
bener-bener lagi butuh blog. Banyaaak banget yang pengen aku tulisin disini.
Mostly, yah, you know, siapa lagi kalo bukan dia–lagi.
I am studying chemistry rite now. Well,
technically, I’m not exactly studying because I’m also posting a new entry in
my blog rite now. Ah, whatsoever with that damn chemist, I don’t really care.
Tonight he texted me again. Agak nggak terduga
memang, tapi itu nggak cukup membuatku senang. Nggak cukup mengobati rasa
kangenku. Soalnya kamu sms aku karena ada case. Gara-gara ada urusan. Ada
something matter. Kenapa sih, harus ada urusan dulu baru kamu mau hubungin aku?
Why won’t you text me just to say “hey there”, “Ren, lagi apa?”, “Renita, udah
tidur belom?” and so on, seperti biasanya. Fyi, I really really miss that
simple thing.
I’m sure you understand how it feels, when we used
to chat and stay connected everyday but suddenly you stop everything? Yeah, itu
membuatku berpikiran macem-macem. Bikin aku parno. Bikin aku jadi sering bilang
“jangan-jangan...” dan kamu inget nggak pas kamu bilang jangan mikir
macem-macem? Well, you made me to do so. Kamu bikin aku mikir macem-macem! I
started to think, maybe you’ve already bored? Maybe I made a mistake and you
started to hate me? Or do I really that annoying and you don’t want me anymore?
But just let me know...
Apa menurutmu aku harus bikin ‘matter’ dulu baru
kamu mau hubungin aku? Apa aku harus bikin masalah dulu? Apa aku harus ganti
nomer dulu (oh please can you just shut up and don’t laugh? I know it’s really
silly) atau aku harus SAKIT dulu biar kamu peduli? Bahkan mungkin aku sakit pun
kamu belum tentu peduli. Kamu udah nggak kayak biasanya lagi, I’ll always
remember that.
Kamu tau nggak, kayak gini tu bikin aku jadi berasa
kayak... ‘nobody’. Ya officially sih aku emang nobody. And I don’t like this. Seriously.
Boy, once again, let me know.
So I’ll know what to do...
“Jangan kirim
aku ke tempat yang terlalu jauh,dimana kau bahkan tak akan mengingatku lagi.” –Taare Zameen Par
Label: love story, teenage life






