rainydayseason

About

Journal

Extra

Misc

Archive


Jumat, 15 Maret 2013,06.07{ Untuk Christian }

Christian,
Ini sebuah kesalahan, kamu tau?
Bertemu denganmu adalah sebuah kesalahan. Kalau saja aku tak mengikuti sebuah kegiatan yang mengharuskanku untuk bertemu denganmu, sampai saat ini mungkin aku tak akan pernah bertegur sapa denganmu.

Christian,
Sungguh sebuah kesalahan, kamu tau?
Jika saja saat itu aku tak melipat lengan kemejaku sampai siku, kau tak akan pernah menegurku dengan alasan tidak sopan dan tidak rapi di matamu.

Christian,
Benar-benar sebuah kesalahan, kamu tau?
Andai saja saat itu aku tidak membenci kamu dalam-dalam karena kamu telah mencampuri urusanku seenaknya. Andai saja aku tidak terlalu membencimu, andai saja aku tidak sungguh-sungguh menyimpan dendam kepadamu, kamu tidak akan merasa terganggu. Tak akan pula membuatmu meminta maaf kepadaku dan memintaku untuk tak menjauhimu dan benci padamu.

Christian,
Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, kamu tau?

Seandainya benci dan cinta itu benar-benar berbatas jelas. Seandainya tidak semudah itu cinta datang karena benci yang mendalam. Seandainya tak ada ungkapan benci jadi cinta. Seharusnya tak semudah itu. Seharusnya tak seklise itu.

Seharusnya.

Kenyataannya?

Kamu lihat kan, Christian? Semuanya karena kesalahan. Berawal dari satu kesalahan, lagi-lagi kesalahan, kemudian kesalahan yang lain. Kamu tentu juga sudah tahu kan, Christian, bahwa segala sesuatu yang diawali dengan kesalahan tak akan berakhir baik? Seperti sebuah rumah yang dibangun dari kain, atau sehelai gaun yang dijahit dari batu? Bukankah tidak mungkin menuai hasil yang baik dan diharapkan? Begitu juga denganmu, Christian. Salah jika aku mencintaimu. Aku tak seharusnya mencintaimu.

Christian,
Bukankah sebaiknya kita akhiri saja kebersamaan kita ini?
Kain tak seharusnya ditegakkan. Batu pun tak bisa dipaksakan untuk dianyam dengan benang.

Magelang, 15 Maret 2013
Karenina
yang terlambat menyadari kesalahan itu.

Label: ,