Kamis, 08 Januari 2015,18.18{ A Letter for you }
Kak Aldi
Aku tau kakak sedang berusaha buat melangkah dari aku
Aku nggak akan menghalangi kakak
Aku tau aku bukan orang yang kakak cari
Aku bukan orang yang pantas untuk dijadikan "satu untuk seumur hidup"
Aku berusaha buat ngerti dan menghargai pilihan kakak.
Tapi aku nggak mau ngebiarin ini semua selesai gitu aja tanpa ada yang disampaikan
Sehingga kita tidak harus jadi orang asing
Sehingga kita masih bisa saling sapa disaat berjumpa
Terima kasih kak, buat semuanya
Aku bakalan ingat kakak sebagai orang yang pernah jadi bagian dari aku
Pernah jadi penyemangatku
Pernah jadi orang yang selalu aku tunggu
Aku akan ingat semua cerita tentang kakak sebagai kenangan yang baik
Kakak
Mungkin memang masa kita sudah habis
Jalan kita tidak lagi bersinggungan
Setelah ini kita nggak lagi berjalan sama-sama
Kita bakalan kembali ke jalan kita masing-masing
Berjuang masing-masing
Ada jutaan hal yang ingin aku katakan, kak
Tapi satu yang terpenting
Semoga sukses selalu
Semoga kakak bertemu dengan perempuan yang sesuai dengan yang kakak cari
Amin.
Sampai jumpa kak, suatu hari.
Aku tau kakak sedang berusaha buat melangkah dari aku
Aku nggak akan menghalangi kakak
Aku tau aku bukan orang yang kakak cari
Aku bukan orang yang pantas untuk dijadikan "satu untuk seumur hidup"
Aku berusaha buat ngerti dan menghargai pilihan kakak.
Tapi aku nggak mau ngebiarin ini semua selesai gitu aja tanpa ada yang disampaikan
Sehingga kita tidak harus jadi orang asing
Sehingga kita masih bisa saling sapa disaat berjumpa
Terima kasih kak, buat semuanya
Aku bakalan ingat kakak sebagai orang yang pernah jadi bagian dari aku
Pernah jadi penyemangatku
Pernah jadi orang yang selalu aku tunggu
Aku akan ingat semua cerita tentang kakak sebagai kenangan yang baik
Kakak
Mungkin memang masa kita sudah habis
Jalan kita tidak lagi bersinggungan
Setelah ini kita nggak lagi berjalan sama-sama
Kita bakalan kembali ke jalan kita masing-masing
Berjuang masing-masing
Ada jutaan hal yang ingin aku katakan, kak
Tapi satu yang terpenting
Semoga sukses selalu
Semoga kakak bertemu dengan perempuan yang sesuai dengan yang kakak cari
Amin.
Sampai jumpa kak, suatu hari.
Label: army's, letter, lifeshare, love story
Selasa, 10 September 2013,02.53{ Chin up! }
Untuk adek, yang kayaknya belakangan selalu kuperhatiin. Nggak papa kan ya, kamu kuperhatiin? Dari yang biasanya jarang kutegurin, nggak tau kenapa sekarang aku ngerasa selalu pengen perhatiin kamu.
Adekku, semoga kamu nggak terlalu sedih waktu kamu ngalamin masa yang sulit nanti. Semoga kamu nggak terlalu terpukul. Aku tau yang bakalan kamu rasain karena aku juga pernah ada di posisi kamu. Waktu aku nggak bisa dapetin apa yang paling aku harap. Itu bener-bener nggak menyenangkan.
Kamu tau dek, kamu sakit, aku juga ngerasa sakit. Tapi kamu harus selalu inget kalau Tuhan kita nggak tidur. Kamu punya Dia yang selalu tau yang terbaik buat kamu. Dia kasih kesusahan, kegagalan, ujian, sebelum Dia naikin derajat kamu. Trust Him, and it would make you much better. Dan iya, selalu dek, you'll always have my shoulder to cry on. Yang selalu aku harepin, selalu ada di sana waktu kamu butuh. Baru kali ini aku ngerasa beneran kakakmu, rasanya bener-bener nggak pengen liat kamu jatuh. Seriously.
Gitu, adekku. Semoga kamu kuat, semoga kamu baik-baik aja nggak kayak yang aku khawatirin.
I love you, He loves you, they love you. We really do. Chin up, dear!
When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverseAnd the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Label: besties, letter, lyrics, wise stuff
Selasa, 21 Mei 2013,22.29{ Another goodbye }
No talk for awhile. Not even any little greets. Its good to see your life which goes really well. Its good when you dont have any little mind for me anymore, good for you. Even it's not good for me. But i guess i'm okay. So okay.
Can you tell me how bad it was? To be hurt by me on that very normal day. I dont have any idea how it comes unforgivable far till now. No matter how many times i said sorry, unforgivable means; Can. Not. Be. Forgiven. That's the rule.
So do i really have to stop here? Guess so. Can i wish that you will come back to me when i've already too tired to reach you, when i've already too weak to beg for your forgiveness, when we've already forget about each other, forget about everything we've been through, everything matter between us. Maybe when that time comes you will see me again to say that we can start it all over again.
...or not?
Ah please dont. I miss you, Af. Sorry for missing you this bad.
I stripped away these conveniences
to restart the way I think.
I am at peace now.
Label: besties, letter, love story, wise stuff
Jumat, 22 Maret 2013,07.16{ Untukmu lagi, Christian }
Malam Christian, sedang apa?
Sudah makan malam? Atau mungkin kau sudah terlelap,
dengan selimut yang memelukmu erat dan mengantarmu memasuki gerbang mimpi. Apa
kamu mimpi indah? Jika iya, syukurlah.
Christian, hari ini kamu sama sekali tidak menghubungiku.
Cukup lega aku karenanya. Kamu tau, betapa berat rasanya ketika kamu
mengirimkan pesan singkat untukku dan betapa aku harus menahan diriku untuk
tidak membalasnya. Ketika kamu meneleponku dan aku harus mati-matian menahan
jemariku untuk menekan tombol hijau. Ada perang batin dalam diriku saat kamu
melakukan hal-hal itu, Christian. Perang antara perasaan dan logika yang cukup
menyiksa.
Lucu juga saat kuingat betapa dulu aku selalu
merindukan pesan-pesan singkatmu dan selalu menantikan obrolan panjang kita di
telepon. Kalau saja kamu tau, Christian, betapa bahagianya aku ketika kamu
menyempatkan dirimu untuk menghubungiku disela-sela waktumu yang selalu sibuk.
Betapa aku merasa disayang dan diperhatikan. Dan kamu tentu ingat, Christian, berkali-kali
kamu memintaku untuk terjaga dan menahan kantukku untuk melepas rindu. Hahaha
ternyata dulu kita sangat manis ya, Christian?
Oh, ya, maaf hampir saja aku lupa kalau itu semua
hanya kenangan. Kita tidak akan mengalaminya lagi kan, Christian?
Ada kalanya saat aku harus berdamai dengan
kenangan. Maukah kamu membantuku untuk berdamai dengan semua itu, Christian?
Bantulah aku, dan berhentilah memberikan perhatian-perhatian kecilmu itu yang
semakin membuatku mengingat saat-saat kita dulu. Tolonglah aku, dan berhentilah
menunjukkan dirimu, berhentilah membuatku mengingatmu.
Christian, apakah kamu masih bertanya-tanya? Apakah
kamu masih tidak mengerti apa yang terjadi? Maaf telah membiarkan semuanya tak
tersampaikan. Aku tau kamu bukan kamera CCTV yang mengerti semuanya tanpa ada
yang disampaikan. Maaf atas keegoisanku, Christian. Suatu hari pasti kamu akan
mengerti.
Selamat malam, Christian. Tidurlah dengan nyenyak.
Magelang, 22 Maret 2013
Karenina
Label: letter, love story
Jumat, 15 Maret 2013,06.07{ Untuk Christian }
Christian,
Ini sebuah kesalahan, kamu tau?
Bertemu denganmu adalah sebuah kesalahan. Kalau
saja aku tak mengikuti sebuah kegiatan yang mengharuskanku untuk bertemu
denganmu, sampai saat ini mungkin aku tak akan pernah bertegur sapa denganmu.
Christian,
Sungguh sebuah kesalahan, kamu tau?
Jika saja saat itu aku tak melipat lengan kemejaku
sampai siku, kau tak akan pernah menegurku dengan alasan tidak sopan dan tidak
rapi di matamu.
Christian,
Benar-benar sebuah kesalahan, kamu tau?
Andai saja saat itu aku tidak membenci kamu
dalam-dalam karena kamu telah mencampuri urusanku seenaknya. Andai saja aku
tidak terlalu membencimu, andai saja
aku tidak sungguh-sungguh menyimpan
dendam kepadamu, kamu tidak akan merasa terganggu. Tak akan pula membuatmu
meminta maaf kepadaku dan memintaku untuk tak menjauhimu dan benci padamu.
Christian,
Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, kamu tau?
Seandainya benci dan cinta itu benar-benar
berbatas jelas. Seandainya tidak semudah itu cinta datang karena benci yang mendalam.
Seandainya tak ada ungkapan benci jadi cinta. Seharusnya tak semudah itu.
Seharusnya tak seklise itu.
Seharusnya.
Kenyataannya?
Kamu lihat kan, Christian? Semuanya karena
kesalahan. Berawal dari satu kesalahan, lagi-lagi kesalahan, kemudian kesalahan
yang lain. Kamu tentu juga sudah tahu kan, Christian, bahwa segala sesuatu yang
diawali dengan kesalahan tak akan berakhir baik? Seperti sebuah rumah yang
dibangun dari kain, atau sehelai gaun yang dijahit dari batu? Bukankah tidak
mungkin menuai hasil yang baik dan diharapkan? Begitu juga denganmu, Christian.
Salah jika aku mencintaimu. Aku tak seharusnya mencintaimu.
Christian,
Bukankah sebaiknya kita akhiri saja kebersamaan
kita ini?
Kain tak seharusnya ditegakkan. Batu pun tak bisa
dipaksakan untuk dianyam dengan benang.
Magelang, 15 Maret 2013
Karenina
yang terlambat menyadari kesalahan itu.
Label: letter, love story
Jumat, 07 Januari 2011,19.07{ TM }
I hate the way you talk to me
I hate the way you use my ballpoint
I hate the way you copy my sheet
I hate the way you eat my food
I hate it when you stare
I hate your big noisy shoes
And the way you read my mind
I hate you so much
It makes me sick
It makes me rime
I hate the way you always right
I hate it when you smile
I hate it when you make me laugh
Even worse you
When you make me cry
I hate it where you’re not around
And the fact you didn’t call
The fact you didn’t reply my messages
The fact you didn’t care
But mostly, I hate the way
I don’t hate you
Not even close
Not even a little bit
Not even at all
Label: letter, love story, teenage life




