rainydayseason

About

Journal

Extra

Misc

Archive


Kamis, 08 Januari 2015,18.18{ A Letter for you }

Kak Aldi
Aku tau kakak sedang berusaha buat melangkah dari aku
Aku nggak akan menghalangi kakak
Aku tau aku bukan orang yang kakak cari
Aku bukan orang yang pantas untuk dijadikan "satu untuk seumur hidup"
Aku berusaha buat ngerti dan menghargai pilihan kakak.
Tapi aku nggak mau ngebiarin ini semua selesai gitu aja tanpa ada yang disampaikan
Sehingga kita tidak harus jadi orang asing
Sehingga kita masih bisa saling sapa disaat berjumpa

Terima kasih kak, buat semuanya
Aku bakalan ingat kakak sebagai orang yang pernah jadi bagian dari aku
Pernah jadi penyemangatku
Pernah jadi orang yang selalu aku tunggu
Aku akan ingat semua cerita tentang kakak sebagai kenangan yang baik

Kakak
Mungkin memang masa kita sudah habis
Jalan kita tidak lagi bersinggungan
Setelah ini kita nggak lagi berjalan sama-sama
Kita bakalan kembali ke jalan kita masing-masing
Berjuang masing-masing

Ada jutaan hal yang ingin aku katakan, kak
Tapi satu yang terpenting
Semoga sukses selalu
Semoga kakak bertemu dengan perempuan yang sesuai dengan yang kakak cari
Amin.

Sampai jumpa kak, suatu hari.

Label: , , ,



Minggu, 27 April 2014,09.37{ Get recover soon, Love. }

Sore-sore, baru bangun dari boci, aku ngeliat HP dan bahagia banget, dapet SMS dari Kak Aldi. Lega juga dapet kabar dari dia setelah sesiangan galau nungguin kepala botaknya itu nongol. Kukira hari ini dia nggak dapat pesiar, atau emang sengaja nggak pesiar gara-gara aku agak bikin dia kecewa minggu lalu. Ternyata, SMS dia sore ini lumayan nyembuhin rasa penasaran siang tadi.

Dia sakit. Lagi istirahat di pos temen yang deket dari gerbang keluar Akmil. He felt sorry nggak bisa mampir kerumahku hari ini. Ah it’s fine, i said. Dari Akmil ke rumah memang nggak jauh, tapi kalau buat orang yang lagi sakit, ya mendingan nggak usah deh.

Kami ngobrol di telepon. Suaranya kedengeran lemes. Aku saranin buat minum obat, masih belum mendingan. Aku nyoba buat kasih support dengan bercandain dia, ngobrolin hal-hal lucu yang nggak penting, anything. Then he asked me to sing for him, entertain him, and i did.

Aku jadi inget iklan WeChat di TV yang nampilin cowok nelpon ceweknya,

   Co : “Sayang, kamu masih sakit?”
   Ce : “Iya nih,”
   Co : “Ini, ada lagu buat kamu...”

Terus cowoknya muterin lagunya Petra Sihombing yang judulnya Mine.

Oh baby, i'll take you to the sky
forever you and i, you and i, you and i
and we'll be together till we die
our love will lasts forever, and forever you'll be mine
you'll be mine...

There, i sang that song, for him. Dia diem. Terus ketawa. Duh, rasanya seneng banget denger dia bisa ketawa gitu di telepon. Suara ketawanya lucu, agak serak, tapi kedengeran kok kalau dia beneran lagi seneng. Ah, suara dia, gimanapun selalu bikin aku flattered.

Dia nutup telepon waktu azan maghrib, dan nelepon lagi jam setengah 7 buat pamit mau balik ke Akmil. Balik ke rutinitas dia kayak biasanya. Dibatasi dari dunia luar buat sementara, no contact, no phone. Sudah biasaaa.

Sembuh-sembuh lah kamu Kak. Besok kan kamu harus upacara. Semangat ya! Lav yu!

Label: , , , ,



Rabu, 23 April 2014,09.41{ An apology }

Kakak. Kenal kamu itu suatu anugrah. Bukan karena seragam coklatmu yang mengkilat dan membuat semua orang menghentikan kegiatannya sebentar cuma buat melihat kamu. Bukan karena langkah tegap dan gagahmu yang berima. Bukan karena baret dan talikur yang menunjukkan wibawa. Tapi karena kamu, dan ketulusan hati kamu, Kak.

Kakak ingat kan, gimana pertama kalinya kita ketemu? Hari itu, jam 12, kakak liat aku lagi duduk di teras depan rumahku dengan keadaan yang serba... yah, buluk. Belum mandi, muka kusam belum cuci muka, mata masih belekan, rambut belum disisir, kaus longgar dan celana pendek. I let you saw the very worst side of me.

Di samping semua itu, kakak bisa buat aku merasa dihargai. Merasa diinginkan. Buat aku merasa nyaman. Makasih kak, udah buat aku merasa cukup. Buat aku merasa nggak ingin siapapun lagi selain kakak.

I love you, Kak. There, i said it.

Mungkin waktu kita buat sama-sama memang nggak banyak. Satu hari dalam seminggu, pasti nggak mudah buat kakak buat bagi waktu untuk keluarga, untuk keperluan kakak sendiri, dan waktu kakak untuk aku. Aku ngerti itu kok, kak. Well, aku ‘cuman’ ngerti. Tapi nggak nyoba buat bekerjasama. Mungkin aku memang belum begitu memahami kakak. Belum begitu paham betapa pentingnya waktu buat kakak. Maaf buat satu hari yang sia-sia kemarin, kak. Maaf udah batalin janji. Aku tau aku udah kecewain kakak berkali-kali hari itu. Kalau aja bisa mutar balik waktu, aku nggak akan bikin kakak se-kecewa itu.


Please stay, kak. I need you :(

Label: , ,