rainydayseason

About

Journal

Extra

Misc

Archive


Minggu, 12 Januari 2014,08.04{ Who knows? }

Ini beneran lagi musim galau buat anak-anak kelas 12 soal jurusan. Bingung buat nentuin jurusan mana yang sesuai dengan minat dan kemampuan. Tapi udah banyak banget website-website diluar sana yang ngasih solusi, tips-tips dan strategi biar nggak bingung lagi nentuin pilihan. Tapi tetep aja lah ya, galau itu nggak bisa dihindari.  Apalagi buat anak galau macem aku.
Pilihan pertama aku milih jurusan  yang emang udah jadi sasaran aku sejak pertama kali masuk IPS kelas 11 kemarin. Mantep? Hatinya sih mantep. Ijin dari orangtua juga udah dapet. Doakan aja ya, semoga aku lolos. Ayok diaminin bersama. Aamiin...

And there come people questioning, “Pilihan jurusan udah mantep. Emang apa lagi Ren yang kamu galauin?”
Well, sebenernya, instead of going to college, aku punya impian yang bener-bener pengen aku kejar; jadi pramugari. Pramugari itu profesi yang udah aku kagumi sejak lama. Bayangin aja gimana asiknya sehari-hari kerjaannya jalan-jalan ke banyak tempat, gratis, bahkan digaji banyak. Nginep di hotel mewah. Ketemu orang-orang baru setiap hari, kerja dengan orang-orang yang beda tiap hari. And the most important is: i can fly even without wings. I really dont know how to describe, how wonderfull it would be, saat langit itu jadi rumah kedua aku. Karena langit bener-bener keliatan indah dari atas sana.
Ngejar itu semua bukan mudah. Aku sadar sih, dengan postur badan aku dan kesehatan fisikku yang lemah kayak gini, buat jadi pramugari kayaknya lumayan ketinggian ya, hahaha. Orangtuaku aja pernah bilang, “Berat badan udah nggak memenuhi syarat. Belum lagi kamu mudah sakit gini Ren, nggak cocok kalau mau jadi pramugari.”
Pertama rasanya sakit hati dibilang kayak gitu. Aku butuh dukungan, but all they do is just bring me down. Tapi setelah dipikir-pikir, apa yang mereka bilang itu nggak salah. Jadi pramugari nggak cuman butuh cantik, nggak cuman speaking skill, tapi disamping itu masih banyak banget syarat-syarat yang belum mampu aku penuhi.
Jadi buat sekarang, aku baru bisa liat langit dari dinding kamar, dari balkon, dari jendela lantai tiga Gedung Induk. They’re still beautiful. Wondering when i will be there to enjoy the view from the top. To ensure your safety in your flight. To make you feel comfort. Who knows?


Who knows that someday we may see each other up there, you will be my passenger, and i will be your flight attendant. One request, dont forget to greet me when we're there.

Label: ,



Selasa, 10 September 2013,02.53{ Chin up! }

Untuk adek, yang kayaknya belakangan selalu kuperhatiin. Nggak papa kan ya, kamu kuperhatiin? Dari yang biasanya jarang kutegurin, nggak tau kenapa sekarang aku ngerasa selalu pengen perhatiin kamu.

Adekku, semoga kamu nggak terlalu sedih waktu kamu ngalamin masa yang sulit nanti. Semoga kamu nggak terlalu terpukul. Aku tau yang bakalan kamu rasain karena aku juga pernah ada di posisi kamu. Waktu aku nggak bisa dapetin apa yang paling aku harap. Itu bener-bener nggak menyenangkan.

Kamu tau dek, kamu sakit, aku juga ngerasa sakit. Tapi kamu harus selalu inget kalau Tuhan kita nggak tidur. Kamu punya Dia yang selalu tau yang terbaik buat kamu. Dia kasih kesusahan, kegagalan, ujian, sebelum Dia naikin derajat kamu. Trust Him, and it would make you much better. Dan iya, selalu dek, you'll always have my shoulder to cry on. Yang selalu aku harepin, selalu ada di sana waktu kamu butuh. Baru kali ini aku ngerasa beneran kakakmu, rasanya bener-bener nggak pengen liat kamu jatuh. Seriously.

Gitu, adekku. Semoga kamu kuat, semoga kamu baik-baik aja nggak kayak yang aku khawatirin.

I love you, He loves you, they love you. We really do. Chin up, dear!

When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse
And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you 

Label: , , ,



Minggu, 21 Juli 2013,20.30{ Let }

"I knew it. Yes i knew it since about a century ago but i dont know i just cant stop being stubborn and simply childish that i thought i can force everything to be how i want it to be." ~ RR

Label: , ,



Selasa, 21 Mei 2013,22.29{ Another goodbye }

No talk for awhile. Not even any little greets. Its good to see your life which goes really well. Its good when you dont have any little mind for me anymore, good for you. Even it's not good for me. But i guess i'm okay. So okay.

Can you tell me how bad it was? To be hurt by me on that very normal day. I dont have any idea how it comes unforgivable far till now. No matter how many times i said sorry, unforgivable means; Can. Not. Be. Forgiven. That's the rule.

So do i really have to stop here? Guess so. Can i wish that you will come back to me when i've already too tired to reach you, when i've already too weak to beg for your forgiveness, when we've already forget about each other, forget about everything we've been through, everything matter between us. Maybe when that time comes you will see me again to say that we can start it all over again.

...or not?

Ah please dont. I miss you, Af. Sorry for missing you this bad.

I stripped away these conveniences
to restart the way I think.
I am at peace now.

Label: , , ,



Senin, 06 Mei 2013,08.08{ Hello again, Blogski! }

Hard week ya?
Iya. Banget.

Tapi sudahlah, nggak mau ngeluh tentang tugas disini. Udah mainstream. Cukup ah ngeluh-ngeluhan sama galau-galauannya (padahal besok gitu lagi), nggak enak dibaca rasanya. Ini blog juga mau dipakai buat penilaian TIK sama Pak Astho (halo pak!) masak isinya galauan semua. Norak kali ya.

Saking banyaknya hal-hal norak disini sampai kepikiran buat bikin blog baru yang postingannya khusus yang anti galau. Nggak kayak blog ini yang kebanyakan tentang..., sudahlah, ada kalanya kita musti tutup buku dan move on kan? Nah, atas motivasi kayak barusan aku nyobain bikin blog baru. Eh malah bingung mau dibikin model gimana dan mau posting apa. Yaudah gimana lagi, bakatnya memang cuma ngegalau. Hihi.

Kemarin rabu diminta alamat blognya sama Pak Astho. Sebelumnya udah dibilang-bilangin pokoknya alamatnya nggak boleh yang alay-alay. Postingannya juga musti asli nggak usah nyadur sana-sini. Layoutnya dibebasin mau digimanain yang penting impressive dan bikin bapaknya selalu keinget. Maka mengobrollah saya dengan Pak Astho.
R: pak saya nanti aja ya
A: loh kenapa
R: blog saya 2, bingung pakai yang mana
A: yaudah nanti aja

...sejam kemudian...
A: belum diisi juga?
R: hehe. Hehe.
A: kenapa
R: masih bingung pak, enaknya pakai yang lama apa yang baru ya
A: ya terserah
R: yang lama ajadeh pak
A: ya monggo
R: tapi alamatnya agak alay pak. Saya ganti dulu ya

Cukup tau kalau rainydayseason itu alangkah panjangnya. Tapi mau diganti apa juga bingung. Sempat kepikiran renitar, malah nggak tersedia. Kepikiran renityadika, takut dikira parodinya raditya dika padahal akunya garing kriuk kriuk tak terkira. Kepikiran renitastho, niatnya biar diingat Pak Astho gitu, takut dikira bribik. Hehe maaf pak, kalau nggak sopan. Amanda malah nyaraninnya renitasshole. Ngasal banget ya ampun. Makin nggak sopan kan? Astaghfirullahaladzim. Amanda loh. Bukan saya. Hehe.

Gitu deh, gara-gara bingung akhirnya nggak jadi ganti alamat. Sayang juga ih rainydayseason yang sangat legendaris ini mau diganti. Nah, gara-gara ini aku jadi belajar satu hal. Apa?

SETIA.

That's it. Ibaratkan blog itu hati. Ya mustinya punya satu aja jangan seenaknya aja cari yang baru. Sekali bosen sama blog yang lama malah bikin blog baru. Itu namanya udah nyabang. Nah sekarang alamat blog ibaratkan tujuan. Tujuan awal memiliki hati orang itu ya untuk mencintai. Jangan mikirin tujuan lain semisal ngincar hartanya, ngincar popularitasnya, nah itu udah nggak bener lagi. Okesip.

Entahlah ini aku lagi ngomongin apaan. Yang jelas punya blog satu aja. Nggak usah ganti-ganti alamatnya. Hihihi. MARI BELAJAR SETIA! :)

Label: ,



Selasa, 12 Maret 2013,07.57{ Better in hiatus }

Maybe it's better for me to be in hiatus for awhile. It's better to fix everything up from something unspoken. Better to clear up my mind. Better to get my heart healed. Better to spare a little time to take a breath. That easy. Time will tell. Truth speaks for itself. Happiness won't last, so does sorrow. Time will heal. Of course, it will.


But what if the sickness is 'time' itself?

Label:



Selasa, 15 Januari 2013,01.30{ }

"Stres gara-gara tugas? Bukannya tugas itu 'tugas' siswa ya? Kalau nggak mau capek ya nggak usah jadi siswa. Dijalanin aja, ngga usah dibawa sepaneng." Bima Prakasita

Label: , , ,



Kamis, 20 Desember 2012,10.02{ }

"Pikirin semuanya secara objektif, Ren. Nggak semua hal bisa dinilai cuman pake perasaan aja." - Dea Widyastari

Label: ,



Selasa, 11 Desember 2012,09.50{ I beg You, God... }

God, i can't sleep. I'm trying to close my eyes but i still can't. This thing keeps creeping out of my mind and i'm just so tired now. God would You please help me to get these matters cleared up? I'm clueless. I don't see any way out. I have to find a thing for limited time which is too difficult for a tiny-fragile-weak-hearted girl like me. I barely know whether i capable to make this up. Oh God... I'm afraid :'( well i know that this's just because of me. It's me who is too careless and unresponsible. It's me, i know. It's because of myself, at all. So now i have to pay all that i have done. Mistakes have to be fixed and paid. This is what i have to pay. It can't be worst. So God, there's no one else i can beg and moan to. God i'm begging You. Show me a way out. 'Cause all this time i've been regretting these things. I felt sorry. Can You please hear this? :'(

...and i still can't sleep tonight.

Label: ,



Selasa, 27 November 2012,02.05{ }

I understand if you're in the middle of such great sorrow. But all that i can say is just those things. I'm not God, who knows HOW to do everything as well. But the only one who know HOW to help you is just YOURSELF, to stand all of this grief and get your face up. Now the problem is just would or wouldn't you do those things? I'm sure you're grown up enough to understand it. I feel sorry if my words can't make you comfort. Now i'm just gonna shut my mouth up to make you glad, baby. I won't bother asking. Not anymore. Sincerely, Renita :)

Label: , ,



Selasa, 06 November 2012,07.17{ dont know what i'm talkin about }

Take a look around, take a walk downtown. Wondering if what you have been telling me is true. That i've been living large, should accept that it's too hard. Forget about your dreams, girl. No you wait a minute, 'cause i've opened my eyes... I'm making my way, you see?
Throwing out the disbelief. I'm jumping in, giving it everything. There's nothing left to prove to anybody else but me. So go right ahead and call me crazy! 'Cuz i'm making my way, you bet, i am
making my way. Does it freak you out? I am fierce and proud doing it with style baby. Who's the fool now? I've finally sifted through the useless attitudes. Ain't nobody pushing me around, no, I know who i am.



This life is a maze sometimes
But at least this life is mine. It’s mine. :)

Label: , , ,



Selasa, 23 Oktober 2012,04.00{ where is the respect? }

Great. Someone's ruining my mood this couple days.

I won't talk about somebody's bad. I just wanna share my feeling here. Do you know how does it feel when you do something with big efforts for somebody, while that person goes and asks another to make the same efforts. Oh great, it's getting complicated.

Just make it easy. Gampangnya aja deh. Jadi gini. Bayangin misalnya km udah kerja. Kamu diajak ngerjain suatu proyek sama seseorang. Kalian udah sama-sama setuju. Tapi, partner kamu itu ternyata lagi ada urusan yang lumayan complicated. Kamu udah nyoba buat ngertiin dia, jadi kamu kerjain sendiri sebagian proyek itu. Besoknya, kamu tanyain dia gimana urusan dia, sekalian mau mastiin gimana kelanjutannya proyek kalian. Otherwise, ditanyain gitu dia malah belagak pilon.


"Eh, emangnya aku ada proyek sama kamu? Perasaan aku sama si anu deh."


Ini jeleeeeebbbb.
Mateh lah. Dia malah bikin proyek sama orang lain. Padahal kamu udah ngerjain sebagian, susah payah pula. Bayangin tuh rasanya. Dalemmm woyyy. Padahal aku tuh inget banget waktu dia ngajakin, waktu dia bilang soal itu. Tempatnya sama momennya aku INGET BANGET. Aku belom pikun juga kali, si dia belagak lupa. Atau beneran kamu lupa juga aku nggak ngerti ya, kalaupun itu mungkin. Okelah terserah. Lagian aku nggak rugi kok ini proyek aku bisa selesaiin sendiri. Cuman ya, satu itu: where is the respect? Kamu kayak gitu tu istilahnya kayak apa ya, penghianat kalau bisa disebut kayak gitu. Ups, terlalu gimanaa gitu kalau dibilang gitu. Cuman agak 'ngga menghargai' aja istilahnya. Heran aku kok kamu bisa kayak gitu. Padahal kamu tu 'sejenis orang yang memimpin' loh. Eh maap frontal :p

Yaa gitu deh yang dia lakuin ke aku. Bukan masalah proyek lah tentunya. Ini soal sesuatu yang lebih ke 'highschool stuff'. Tapi tetep aja. Nggak dihargai itu rasanya.. Hmm.

Tapi ini buat introspeksi aku aja sih buat kedepannya. Jangan sampe aku disrespect sama orang lain. Contohnya aja kayak seseorang yang ngasih sesuatu buat seseorang, itu harus dihargai juga kan? Kan dia udah berkorban waktu, tenaga, berkorban malu juga udah ada yg tau. *eh ini aku jadi ngomong apaan.

Gitu aja sih, respek sama orang lain itu perlu. Jangan sampe kamu gituin orang lain kayak orang lain gituin aku ya? Nyesek soalnya. Dadah :)

Label: , , ,



Senin, 08 Oktober 2012,05.08{ crap. you're up to something! }

"Think too much and waste your time, until you don't have another time left so you lost your chance."


I know people have something they called it a dream. Something they called plans. They do everything to reach the things they want. Sometimes they're succes. Sometimes they failed. They may be succes cause they got everything well-planned, organized, and maximum efforts. So the things might run well.

But how if they fail? Some wouldn't give up and there're also some who'll regret the things they've done.

Now i'm asking you, what kind of person you are? Are you that kind of person who has bounds of dreams and plans and wishes and hopes and those kind of things? Obviously. Unless you're another type of person whose always always hopeless and desperado, hell no. So how many plans you've already succesfully reach and how many others which failed? What efforts you have to do to reach them and make yourself believe that it will run great, how to make sure there's no one disappointed and upset, make others glad to what you've done? If you have any idea, then tell me.

Nonono, it's getting pointless.

I mean, i have a plan here. But still, i don't know whether it's worth to do. I'm wondering, would it be as perfect as i expected? Would somebody be impressed to this, that's one thing that makes me doubtful to do all these stuffs. Holycrap, i'm getting slightly tipsy. But then Dea told me,


"Ren, you're up to something. I can see that you wish for some feedback. You'll never help yourself unless you wanna do it without expecting gratitude. Lower your expectation and try not to lose. Just do because you wanna do." -Dea


And yes, i guess Dea helps a lot. So i'm gonna finish these stuff :)

Just remember this:

Don't do something for purpose. Nothing to lose :)

Label:



Kamis, 04 Oktober 2012,09.55{ ini perjuangan }

I was just having a javanese mid-test this morning. Aaand, i don't think it's proper to write in english while we're talking about javanese. But idk how my post will be if i really write this all in javanese, knowing that my jav skill is really....something. Yup, really something.
So just make it easy with Indonesian :D

*brb turning English into Bahasa*

Guru mapel bajaw ku itu Bu Dian. Dan ini baru pertama kalinya aku ngadepin ulangan sama Bu Dian. Bu Dian itu orangnya paling ngga suka sama yang namanya nyontek waktu ulangan. Nah, mungkin buat ngantisipasi anak2 yang sukanya pada nyontek itu, soalnya dibikin essay semuanya. Eh, kurang dramatis ya. SEMUANYA loh pemirsa!!! SEMUANYA! BAYANGKAN GIMANA GEMPORNYA TANGAN NULIS 15 SOAL DAN ITU ESSAY SEMUA!


Oke. Ini lebay.

Ngga gempor-gempor amat sih sebenernya. Udah biasa yang lebih tidak berperikemanusiaan lengkap kok waktu pelajaran sosiologi o:)

Yaudah yuk aku mau curhat aja gimana jeniusnya aku waktu ngerjain tadi.

1) jelaskan pengertian sesorah
2) jelaskan macam2 sesorah
Nih dua soal pertama aku bisa dongski ngerjainnya, soalnya kan teori, bisa diapalin B)

3) *ada sesorah* sebutkan topik
4) sebutkan isi tiap paragraf
5) dimana sesorah itu dilaksanakan
Ini gampang! Soalnya pidatonya masih menggunakan bahasa manusia. Ngerti sih. Tapi ngga tau juga jawabannya bener apa engga. Tapi optimis laah, bu dian kan baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung dan suka mentraktir... (halo bu :p) kalo jawabannya nyerempet-nyerempet gitu pasti dibenerin kan ya bu ya?

6) buat paragraf lima kalimat, temanya 'batik magelang'
Oke. Ini aku galau. Masalahnya, perintahnya siruh dibuat pake bahasa jawa krama. Kalo ngoko, aku nggak akan segalau ini. Daaan masalahnya lagi, aku ngga tau magelang itu punya batik -____- ampuni aku bu dian u,u
Aku sukses melewatkan soal ini, berdoa biar dapet ilham apa yang mau ditulis.

7) *teks wawancara* apa tema wawancara
8) apa nilai moralnya
Di soal ini tingkat kejeniusanku meningkat 500%. Tadinya kukira jawaban buat nomer 7 itu gini: tema adalah suatu pokok atau inti, yang menjelaskan keseluruhan dari wawancara di atas. Udah gitu aja. Tapi Alhamdulillahnya aku ngga bisa translate in ke jawa nya.
Akhirnya karena desperate, aku bobok tinggal bobok aja. Sapa tau malah dapet pencerahan.
Dan memang Allah yang Maha Pemurah bener-bener kasi pencerahan. Setelah baca ulang ulang tu soal, manusia cerdas ini jadi ngerti kalo maksud 'sebenernya' soal itu adalah suruh nyebutin tema dari wawancara itu. Ya elah. Ngga ada yang ngemeng sih daritadi -____-

9) *percakapan* apa isi percakapan
10) ubah kata2 dalam kurung jadi krama
Ini sih keciiil. Jawabannya isi percakapan yaitu pokok pikiran dari percakapan di atas singkat kok. :) bukan definisi dari isi percakapan lah. Itu mah jawabannya orang sarap. Ya nggak?

11), 12) ubah kalimat jadi bahasa krama
Ini aku bisa kok, ada di buku paket dan aku udah belajar ;)

13-15) aksara jawa.
Wuaaa indahnya pemandangan cacing-cacing imut nan seksi yang berbaris di lembar jawabku iniii.. Mumumumu :3

Dan di penghujung perjalanan perjuangan mengejar cintaku kepada bahasa jawa, ih apadeh lebay iyuh.
Aku Alhamdulillah mendapatkan ilham untuk jawaban soal nomer enam.

"Bathik magelang punika sae sanget. Werninipun endah. Nanging, sayangipun reginipun larang. Reginipun larang amargi kualitasipun becik. Amargi becik, kathah tiyang ingkang tresna kaliyan bathik magelang."

Alhamdulillah, dari waktu 1,5 jam aku udah selese kira kira 45 menitan. Bayangin. Aku jenius banget kan? B)




Label: , ,



Rabu, 01 Februari 2012,19.27{ Cerita Rakyat Sang Kabelah - dari Lampung }


Alkisah, ada sepasang suami-istri yang tinggal di sebuah kampung di daerah Lampung. Merekasudah bertahun-tahun berumah tangga, namun belum dikaruniai seorang anak. Mereka sangat menginginkan seorang anak untuk mengisi kesepian mereka. Oleh karena itu, hampir setiap malam mereka berdoa dan mendatangi tabib yang sakti untuk memenuhi keinginan tersebut. Pada suatu malam, sepasang suami-istri tersebut berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Oh Tuhan! Karuniakanlah kepada kami seorang anak, walaupun hanya berbadan sebelah!” pinta suami istri itu dengan penuh ketulusan.
Berkat doa yang tulus tersebut, sang Istri pun mengandung. Sesuai dengan permintaan mereka, beberapa bulan kemudian, sang Istri pun melahirkan seorang bayi laki-laki berbadan setengah. Bayi mungil itu hanya memiliki satu telinga, satu mata, satu tangan, dan satu kaki. Oleh kedua orangtuanya, bayi itu diberi nama Kabelah. Meskipun berbadan sebelah, Kabelah senantiasa mendapat perhatian dan kasih sayang tulus dari kedua orang tuanya. Ia tumbuh menjadi anak yang sehat dan dapat bermain bersama teman-teman sebayanya. Namun, ia seringkali dicemooh oleh teman-temannya karena badannya hanya sebelah. Pada suatu hari, ketika sedang asyik bermain, Kabelah dicela oleh teman-temannya. Dengan hati sedih, ia pun pulang ke rumahnya.
“Hai Belah, anakku! Kenapa kamu selalu tampak sedih setiap pulang dari bermain?” tanya ibunya dengan penuh perhatian.
“Iya, Bu! Belah sedih karena setiap hari mereka mengejekku. Belah tidak mau lagi ikut bermain bersama mereka,” keluh Kabelah kepada ibunya.
“Sabarlah, Anakku! Kita harus rela menerima keadaan ini dengan hati yang tulus. Semua ini sudah menjadi kehendak Tuhan Yang Mahakuasa. Jika mereka mencelamu sama artinya mereka mencela Tuhan,” hibur ibunya.
Walaupun berkali-kali dihibur oleh ibunya, Kabelah tetap saja bersedih dan sering menyendiri. Ia tidak pernah lagi bermain bersama teman-temannya karena malu terus dicemooh. Waktu terus berjalan. Kabelah pun tumbuh dewasa. Suatu ketika, tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk pergi mencari Tuhan. Ia pun menyampaikan niat itu kepada kedua orang tuanya.
“Ayah, Ibu! Aku tidak tahan lagi hidup dengan keadaan seperti ini. Izinkanlah aku pergi mencari Tuhan,” pinta Kabelah kepada kedua orang tuanya.
“Sudahlah, Anakku! Kamu harus rela menerima takdir ini. Kamu tidak mungkin menemukan Tuhan,” cegah ibunya.
Meskipun kedua orang tuanya berkali-kali mencegahnya, Kabelah tetap bersikeras untuk pergi mencari Tuhan. Kedua orang tuanya pun tidak dapat lagi mencegah keinginan Kabelah. Mereka hanya dapat mendoakannya dengan mengadakan selamatan untuk keselamatan anak semata wayangnya selama di perjalanan. Akhirnya, Kabelah pun berangkat dengan membawa bekal seperlunya. Setelah berhari-hari berjalan, ia bertemu dengan seorang lelaki tua berpakaian serba putih sedang duduk berzikir di atas batu ditengah hutan lebat.
Kabelah pun memberanikan diri bertanya kepada pertapa itu. “Maaf, Tuan! Bolehkah aku bertanya apakah Tuan mengetahui keberadaan Tuhan?” tanya Kabelah.
Tanpa diduganya, orang tua menjawabnya dengan kata-kata kasar.“Hai, pemuda cacat! Aku saja yang berbadan sempurna dan bertahun-tahun duduk berzikir di atas batu ini belum juga menemukan Tuhan, apalagi kamu yang hanya berbadan sebelah itu,” hardik lelaki tua.
Betapa sedihnya hati Kabelah mendengar jawaban itu. Dengan hati sedih, ia pun segera berlalu dari tempat itu untuk melanjutkan perjalanannya. Setelah beberapa jauh berjalan, ia tiba-tiba dihadang oleh sekawanan perampok. “Hai, pemuda jelek! Hendak ke mana kamu, hah? Serahkan semua barang bawaanmu itu kepada kami!” seru kepala perampok itu.
“Ampun, Tuan! Jangan sakiti aku. Izinkalah aku lewat! Aku ingin pergi mencari Tuhan,” iba Kabelah.
Salah seorang anggota perampok merasa kasihan melihat Kabelah. Ia pun berusaha membujuk pimpinannya itu agar membiarkan anak muda ini pergi. Melihat kejujuran Kabelah, kepala perampok itu pun mengizinkannya untuk melanjutkan perjalanan. Bahkan ia berpesan agar Kabelah singgah di tempat mereka sepulang dari bertemu dengan Tuhan. “Terima kasih, Tuan! Aku berjanji akan kembali menemui kalian jika aku sudah bertemu denganTuhan,” ucap Kabelah seraya berpamitan.
Kabelah kembali melanjutkan perjalanan. Ketika sudah mulai gelap, ia bermaksud untuk beristirahat. Setelah berkeliling mencari tempat berlindung dari dinginnya udara malam dan gangguan binatang buas, akhirnya ia menemukan sebuah gua. Sebelum memasuki mulut gua itu, terlebih dahulu meminta izin kepada penjaganya. Betapa terkejutnya ketika ia berada di sebuah ruangan di dalam gua itu. Ia merasa seolah-olah tubuhnya tidak menyentuh lantai. Tak berapa lama kemudian, ia kembali dikejutkan oleh suara yang menggema menegurnya.
“Hai, Anak Muda! Kamu tidak boleh berada di dalam ruangan itu!” demikian suara itu. Baru saja Kabelah akan meninggalkan ruangan itu, tiba-tiba matanya menjadi mengantuk sekali. Akhirnya ia tertidur di tempat. Betapa terkejutnya saat ia terbangun. Tiba-tiba ia berada di dalam sebuah ruangan yang sangat indah. 
Tak seorang pun di ruangan itu kecualinya dirinya. Meski demikian, ia mencoba untuk bertanya tentang keberadaan Tuhan. “Siapa pun yang mendengar suaraku, mohon jawablah pertanyaanku ini! Di manakah Tuhan beradadan di mana tubuhku yang sebelah?” tanya Kabelah.
Sejenak Kabelah diam, namun tak ada jawaban. Ia justru kembali tertidur. Begitu terbangun, tiba-tiba ia melihat tubuhnya menjadi normal seperti manusia pada umumnya. Ia pun segera berucap syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. “Terima kasih, Tuhan! Engkau telah mengabulkan permohonan hamba!” ucap Kabelah.
Ketika Kabelah akan meninggalkan gua itu, tiba-tiba terdengar suara berpesan kepadanya. “Wahai, Kabelah! Jangan lupa singgah di tempat pertapa dan kawanan perampok itu! Beritahukan kepada mereka agar mau merubah sifat dan perilaku mereka!” seru suara itu. Setelah mendengar pesan itu, Kabelah pun pulang ke rumahnya. Ketika singgah di tempat pertapa itu, ia mendapati orang tua itu sedang duduk terpekur. Ia pun segera menyampaikan pesan itu kepadanya. Akhirnya, lelaki tua itu insyaf. Ia tidak pernah lagi berkata kasar dan memandang rendah orang lain. Demikian pula para perampok itu, mereka juga insyaf dan tidak pernah lagi merampok. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, mereka bercocok tanam. Setelah menyampaikan pesan tersebut, Kabelah kembali meneruskan perjalanannya pulang. Setibanya di rumah, ia pun disambut gembira dengan penuh bahagia oleh kedua orang tuanya. Mereka pun mengandakan syukuran atas kepulangan anaknya dengan tubuh yang sudah sempurna. Sejak itu, nama Kabelah diganti menjadi Muhammad Syukur. Ia pun dapat kembali bergaul bersama teman-temannya tanpa ada perasaan dendam sedikit pun.
* * *
Demikian cerita
Sang Kabelah
dari daerah Lampung. Cerita di atas termasuk kategori dongeng yangmengandun pesan-pesan moral. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalahbahwa dengan kemauan keras, ketekunan, dan kesabaran, keinginan seseorang akan terwujud. Halini terlihat pada sifat dan perilaku Kabelah. Berkat kemauan, kerja keras, dan kesabarannya,keinginan untuk mengembalikan tubuhnya menjadi normal dapat terwujud.
Sang KabelahSang KabelahSang Kabelah

Label: ,



Minggu, 22 Januari 2012,23.49{ Hujan dan Bintang }

Semua berawal dari sebuah kata, dan sebuah rasa, semua tertuang dalam kelakuan dan kebiasaan, tanpa disadari semua telah berlalu, bagaikan api menghanguskan kertas dengan panasnya.
“Hujan”, hujan mengawali semuanya, perasaan yang begitu hebatnya yang membuat semua itu mudah, hari demi hari hujan itu mempunyai teman, teman yang mengiringinya, menghargainya, menghormatinya, membelainya, dan juga menyinarinya bagaikan sinar mentari di pagi hari, dia itu adalah “Bintang”.
Bintang yang datang ketika sang Hujan reda dan hari mulai malam, dingin, sepi, kesunyian dan semua itu hilang olehnya, Bintang yang mengajari bagaimana untuk menjadi terdepan dan matang, membuat berbeda dan sempurna, membuat seorang biasa menjadi pujangga.
Hebat sungguh hebat dia, bintang jaga dia untuk ku.
Itu adalah kata terakhir yang ku ucapkan untuknya dalam hatiku.
Tak kuasa untuk merubah dan menjadikannya indah.
maaf itu adalah dua suku kata yang sering ku ucapkan dalam menjalani hari-hari, maaf hujan ini tak kuasa untuk merubah dan menjadikannya indah.
Bintang, dia selalu bersinar, tapi hujan hanya memberikan dingin dan kehampaan.
dimana semua terdiam dan hanya bisa termenung, itulah hujan, maaf
tetapi bintang, dia selalu terang dan membuat semua orang dapat lebih bahagia, dan tentunya semua orang senang ketika dia hadir di tengah-tengahnya malam,
Bintang kau yang mengajari puisi, bagimana menjadi seorang romantis dan bagaimana membuat semua tersanjung olehmu, Bintang kau mengajari itu semua. sedangkan hujan, kau hanya membuat basah, dan hanya membuat orang berfikr, bagaimana caranya untuk hangat, maaf
sekali lagi hujan tak kuasa untuk merubah dan menjadikannya indah. Berfikir dan berfikir itulah hujan, hujan hanya bisa berfikir bagaimana sang hujan ini dapat diterima, dan membuat semua orang senang. karena kesenangan sang hujan adalah melihat semua yang ada di sekelilingnya tertawa dan bahagia.
suatu hari hujan befikir untuk mengakhiri semuanya, putus asa, karena hujan berfikir dan terus berfikir, dia tidak berguna dan hanya membuat masalah. pertama yang ia lakukan adalah mulai dengan hanya memberikan kesenangan yang ia punyai dan membagikannya kepada semua orang, sedangkan derita yang ia alami tak pernah ia ungkapkan dan terus ia pendam hingga akhir hidupnya, maaf
Tapi hanya itu yang dapat ia lakukan, ia ingin setiap yang ada di dekatnya lebih bahagia walupun ia harus mengorbankan perasaannya sendiri.
“oh God give me a reason for all I’hv done”
Penolong, itu adalah cita-cita sang hujan, menjadi seorang penolong. Penolong yang selalu ada saat dibutuhkan walaupun ia sendiri tak dapat menolong dirinya bangun dari keterpurukan. hah……….walupun semua orang berpikiran negatif tentang istilah “sang penolong yang tak dapat menolong dirinya sendiri”
tapi sang hujan sangat senang melihat seseorang yang ditolongnya merasa tertolong dan mau berteman dengan sang hujan. karena pertemanan dan persahabatan tak kan lekang oleh zaman,
i do belive that!!!
semua butuh waktu dan semua ada prosesnya oleh karena itu sang hujan akan berusah sekuat tenaga segenap jiwa dan raga, walupun akhirnya takan sempurna seperti biasanya, lagi dan lagi


Label: ,



Kamis, 05 Januari 2012,20.29{ you are my friend, and you'll always be. }

Hey, boy... how’s life?
It has been awhile, rite?
Well I’m feeling sorry for everything that happened in the past. We used to talk everyday now it’s like we don’t even know each other. Jiah, malah nyanyi.
Af, sebenernya aku kangen banget sama kamu, aku inget saat-saat bareng kamu walaupun itu Cuma sebentar. Saat-saat kita bisa ngobrol dan bercanda bersama-sama tanpa ada rasa canggung sama sekali. Aku inget waktu aku bisa duduk berdua bareng kamu dengan innocentnya, tanpa ada yang curiga maupun cemburu, aku inget sms-sms kamu yang ngingetin aku buat ngga nunda-nunda sholat, gombalan-gombalan kamu yang garing… Hmm, how silli, but sweet.
Tapi itu dulu, sebelum kamu bilang hal itu. hal yang sama sekali tidak pernah terlintas di kepalaku, SAMA SEKALI, yang pada akhirnya ngerusak semuanya. Andai kamu tau betapa speechlessnya aku waktu kamu bilang hal itu. Oh God… I thought I was getting crazy at that time.
You said you love me. In this case, kamu suka aku sebagai layaknya perasaan cowok ke cewek. Aku nggak nyalahin kamu juga sebenernya, ‘cause love is innocent. We can’t choose any person to be loved, but love come by itself. Well, sometimes it lasts, if you fall in love with the RIGHT person. But you aren’t.
Af, aku tau kalau kamu itu tau pasti, ada seseorang, another guy, yang udah menempati sebagian besar ruang di hatiku sejak lama, jauh sebelum aku mengenal kamu. Dan kamu tau pasti siapa dia. The missing part is, KAMU NGGAK NANYA.
Well, sekarang aku nyadar kok. Kalau selama init u aku yang salah. Mungkin perhatianku ke kamu selama ini udah kejauhan kali ya, sampai kamu salah menerjemahkan perasaanku ke kamu. Aku berani sumpah kalau selama ini aku nggak berusaha buat SENGAJA bikin kamu suka sama aku. I just thought that was fine and usual. Mungkin perhatian dan kepedulian yang aku kasih ke kamu selama ini berlebihan  sampai kamu mengira aku suka sama kamu.
Hmm, Af, sekali lagi aku minta maaf. Ternyata, aku belum bener-bener mengenal siapa kamu sebenernya. Buat saat ini, hati aku cuma buat Mas Bima.
Aku sayang kamu. Sebagai temen. Well, for now. Aku nggak tau gimana kedepannya. Kalau tentang perasaan, siapa yang berani jamin?
Moga kamu tetep mau jadi temenku, UNTUK SAAT INI.

Renita


Label: , , , ,