Sebenernya nunda-nunda itu emang kebiasaanku yang susah banget kutinggalin. Bukan Reni namanya kalau nggak ngerjain sesuatu di ujung deadline. Bahkan kalaupun misalnya aku dikasih waktu 100 hari buat bikin tugas, pasti hari ke-99 aku baru mulai ngerjain. Iya sih emang parah. But i'm always trying koook.
Kayak persiapan WKS Pixar kemarin, dikasih waktu banyak untuk nyari kostum yg cocok sama temanya, eh sampai H-1 aku masih belum punya apa-apa buat dipakai. Baru deh pulang sekolah itu kelabakan sendiri sama Nazala.
Jam 4 sore aku meluncur ke kost Aza buat minta dia temenin aku keliling-keliling. Niat sih mau motongin celana jins aja ke penjahit daripada mesti beli. Nah sampai di kosan Aza, hujan dereees banget. Yaudah kami terobos aja pakai jas hujan. Haaa padahal kondisi lagi flu.
Sampai di penjahit langsung parkirin motor.
A : Udah nggak hujan ni ren
R : Iya coba daritadi ya. *ngelipet jas hujan*
A : Iya udah pakai jas hujan segala *masukin jas hujan di jok*
R : *nutup jok*
A : ...
R : Za...
A : Kenapa ren?
R : Kunci motornya tadi mana ya?
A : Lah nggak tau ren
R : Zaaaa kunci motornya di dalem jok!!!
A : Ha? Gila kamu ren!!!
R : Terus gimana ini za
A : Pulang dulu aja ambil kunci cadangan
R : Oh iya ya
A : Yaudah sana cepet
R : Tapi gimana pulangnya? Motornya kan nggakbisa jalan
A : Bbm cicikmu, suruh anterin kesini
R : Oh iya ya *ngetik bbm*
A : ...
R : Mmm za...
A : Apa lagi?
R : Baru inget kalau aku udah nggakpunya kunci cadangan. Aku juga sih yang ngilangin kemarin
A : Yaelah reeen
R : Terus gimana nih
Terus gimana? Ya kami juga bingung waktu itu. Tapi kuputusin buat kelarin masalah celana dulu ke tukang jahitnya. Tok tok tok, masuklah kami kedalam. Ngeliat mukaku, ibu-ibu tukang jahit langsung senyum sambil nyeletuk, "Gimana dek? Mau jahitin ya? Waduh maaf dek tapi ibu udah mau tutup..."
Jeng jeng... *pingsan*
"Yaudah sini liat dulu dek apa yang mau dijahitin?" Yeeey tukang jahitnya baik. Nggak tega kali ya liat mukaku yang melasnya ngelebihin pengemis lampu merah. Ah makasih buk. Baik banget sih. Langsung aja aku ngubek ngubek tas dengan sumringah.
Eh,
Tapi kok...
...
"Emm bu... sebenernya... yang mau kujaitin itu... ketinggalan."
Dan sekarang ibu-ibu tukang jahitnya yang pingsan.
Been suffering a very bad heartbreak this month. Don't know why all of my memories about someone keep coming and haunting me like hell. Sadly, i just can't stop. it was on its top when we were on our vacation to Bali. We were on the same bus and, you know, feels like hell to watch him pretending that there's really nothing happen between us in the past. Well nothing seems wrong but, deep inside i want the old him back. Which is: kinda impossible.
I talked to him, just some simple conversation about how he has been doing lately. He's completely fine with all of his daily business, his preparation for a competition in province, and yeah, new friends. New habits. New girl (maybe). It made me just feel sooo different with his way of life which runs that awesome. Just compare to my way of life which goes like a disaster. I could see some other boys but i can never move the fuck on.
And yeah, on that five-days-vacation, we visited beaches, shops, saw many good-looking visitors, but terrifically i enjoy nothing but the bitterness of our ruined-relationship right then. I took a picture of us at Dreamland Highway. Feels like heaven to see how sweet his smile on that picture. I captured a very sweet smile. But it means nothing.
It was always him. Regretting the past never change anything. He left, that's just all i got.
Regret always comes late, rite? Ignoring how bitchy i was on the past, no matter what i've ever had a crush on him. I even wrote his name on this blog like-a century ago, now i write his name like, everywhere when i got a chance to write.
So, is that you, Karma? You really come, eh?
I really have to swallow my pride and do apologize, but i don't think i have a second chance. I ruined it. I slapped his face with a plate, he forgave. But then when i got my second chance i leave someone with bunches of cares for me with a stinky jerk who doesn't really worth of anything.
Like i said on my entry before, anyone deserve to get a second chance, but not the third one.Then, Karma, wish you're happy. :)
Selasa, 19 Februari 2013,02.57{ We're suppose to be happy }
"Aku sampai membodohi diri sendiri. Begitu banyak orang yang sayang sama aku tapi kenapa aku membiarkan diriku sendiri memusingkan satu orang yang menyakitiku."
Mami Hesty.
I know how it feels, mem. I just know. Rasanya kayak pengen makan orang kan? Padahal rasa sayang orang-orang di sekitar kita itu jauh lebih worth dibandingkan satu orang yang menyakiti perasaan kita itu. Kenapa ya mem kita ngga pernah merasa cukup? Bukankah kita itu orang yang spesial di mata sebagian orang? Buktinya mereka mau melakukan apa saja untuk buat kita senang. Seharusnya kita senang ya mem? But, why...
I've been missing you so freaking bad lately. But why did i go away from you when we really have our time for two. Why did i go early when you really spare your time for me. Why did i ask you to leave when you said you want some more moments with me. Why did i do those things while everyday i always wish for your call. Hoping for chances. But now, i realize that i'm completely stupid to let them go, the chance that finally came. Stupid. Even i acted like i don't like you and keep pretending like there's never happening some things between me and you. But i were never succeed to take my eyes off of you. And it's burning deep down here when i saw you touch another girl's hand. Could you feel my anger? Of course not. Right, you have a weak sense. And i'm still wondering why did i let you leave me.
Regretting things? Like it's always been my dinner since you treat me like that. Regret how foolish i could be to waste such a gold chance. So now i really have to swallow this 'dinner' dish tonight. How yum!
Hari ini udah tanggal 29 Desember. Artinya udah makin deket
sama 2013. Udah mau ninggalin 2012. Terus kenapa? Apa bedanya? Bukannya semuanya
sama aja? Wajar-wajar aja seperti biasanya? Udah lima belas kali dari aku lahir
ngadepin yang namanya tahun baruan. Tapi tetep aja buat kali ini, aku nggak mau
cepet-cepet tahun baruan. Emang nggak masuk akal kalau aku bilang nggak siap. Nggak
siap buat ngadepin dua hari kedepan yang aku nggak tau bakalan jadi gimana. Ya emang
sih, waktu nggak akan berenti juga cuman gara-gara aku nggak siap. Nggak masuk
akal emang akunya.
Tahun ini emang bukan bener-bener tahunku. Nggak ada yang
spesial memang, sama aja kayak tahun-tahun sebelumnya. Cuman rasanya cepet aja.
Kayaknya malah aku ngerasainnya tahun ini yang paling cepet lewatnya. Nggak tau
juga kenapa. Tapi kata orang kalau kita enjoy ngejalaninnya emang bakalan
terasa cepet. Enjoy? Nggak selalu. Ya tetep aja, ada susah ada seneng, kadang
galau kadang juga girang minta ampun. Soalnya kebahagiaan nggak akan selamanya,
gitu juga kesedihan. Cuman, ada sih satu hal di tahun ini yang bikin aku susah
move on dari 2012. Iya, apalagi kalau bukan kamu.
Kamu orang pertama yang aku liat, yang aku temuin, yang aku
ajak ngobrol setahun yang lalu, waktu pergantian tahun, 1 Januari 2012. Mestinya
kamu inget. Waktu itu udah sepi, udah gelap, kembang api udah dinyalain semua
sampai habis. Nggak ada hujan. Kamu dateng. Kamu ada disana. Singkat, dan emang
bukan pertama kalinya. Singkat, terus kamu balik lagi. Singkat, tapi manis. Sampai-sampai
aku bikin resolusi, eh bukan, bukan resolusi tapi semacam wish: semoga aku yang
terakhir kali ada di pikiranmu di 2012 dan yang pertama kali kamu pikirin di
2013. Cuman itu kok.
Sampai sekarang aku masih penasaran apa emang waktu itu kamu
sengaja ngerencanainnya? Entah deh. Mungkin inget aja kamu belum tentu. Keinginan
yang waktu itu manis banget, buat sekarang kesannya... ya gitulah. Tapi yaudah
sih. Life goes on, kan. Nggak perlu terlalu mikirin yang kemaren-kemaren. Tahun
baru juga nggak lebih cuman mesti ngeganti kalender. Nggak ada bedanya juga
sama hari biasa. Sehari tetep 24 jam. Kalender tetep mulai dari angka 1 bukan
dari 30. See? Sama aja kan?
Oh iya satu lagi. Makasih nggak jadi kiamat, soalnya aku belom nikah.
Jumat, 12 Oktober 2012,06.10{ glad to have them :') }
Yeeeey hujan lagi! *cheers*
Hujan itu, yah, beneran moodbooster yang nomor satu. Hawanya waktu hujan itu really something. Bau tanahnya yang udah keguyur hujan, semua orang pasti suka sama baunya. Ah, pokoknya... Apa ya, syahdu. Hihi. Dear rain, i'm glad you came. #nyanyi
Terus kalau lagi hujan itu buat ngapa-ngapain enak. Buat bobok enak. Buat dengerin musik, enak banget. Buat nonton filem, enak. Enak lagi kalo nontonnya bareng seseorang, sambil diapelin gitu (eh :p), itu enak juga. Enak banget bangeet. Hahaha. Paling enak ya bobok. Adem. Nyaman.
Ada lagi yang enak dilakuin pas hujan. 'Barbekyuan' sama keluarga. Kayak aku barusan ini. Jarang banget deh ada acara kayak beginian dirumah. Itu aja gara-gara ada Oom Jun sama Onti ku sama anaknya, Najwan sama Yoan yang kerumah bawain roti tawar buat aku sama adekku yang kemarin sakit. Dikiranya hari ini masih sakit, makanya ditengokin sama dibawain roti tawar. Padahal udah sembuh mbuh loh. Hihihi :D
*Onti dateng ke rumah, liat aku keluar dari kamar mandi*
Onti "Loh, Reni kamu kok mandi?"
Aku "Ya emang harus mandi kan Onti? Emangnya nggak boleh?"
Onti "Nggak boleh lah. Kan kamu baru sakit. Nanti tambah sakit."
Aku "Aku kan udah sembuh Onti"
Onti "Loh kok sembuh? Kan kemaren kamu sakit sampe nggak sekolah segala."
Aku "Iya itu kemaren.. Sekarang udah sembuh. Tadi juga udah berangkat sekolah."
Onti "Udah sembuh ya? Kok bisa siiih?"
Aku "Kok apanya? Ya bisa lah Onti..."
Onti "Tapi kok cepet banget? Kan baru kemaren sakitnya Reni."
Aku "Ya Alhamdulillah to sekarang udah sembuh. Onti gimana sih?"
Onti "Ya Alhamdulillah. Tapi kan Reen..."
Aku "Hmm?"
Onti "Tapi Reenn... Ah udahlah kamu tu ngga ngerti. Sana ganti baju aja sana. Onti mau ketemu adek kamu aja."
Aku "...???"
Ngga ngerti sama obrolan Onti yang random banget ini? Sama. Tadinya aku juga ngga ngerti. Tapi baca ini dulu deh.
Onti nyariin adekku di kamar nggak ketemu, ternyata lagi main sama Yoan.
Onti "Amel, kamu tu kok malah main sih! Istirahat gih biar sembuh, kok malah main mulu."
Amel "Udah sembuh kok Onti."
Onti "Kok bisa? Kan kemaren kamu sakit? Sampe dijemput di sekolah segala sama ibu kamu terus dibawa periksa ke dokter?"
Amel "Emang."
Onti "Ya kok sekarang udah sembuh?"
Amel "Yaa nggak tau."
Onti "Ya tapi kann... Bzzztasdfghjkl..."
Onti nanya ke ibu buat mastiin kalo aku sama adekku memang udah beneran sembuh. Onti tu semacam nggak nyangka gitu. Jadiii, usut punya usut, Onti nanya nggak jelas sama aku sama adek itu ternyata gara-gara dia kecele, udah beli roti tawar banyak-banyak buat nengokin aku sama adekku yang sakitnya barengan kemaren itu. Eh, ternyata hari ini aku sama adek udah sembuh. Barengan, pula sembuhnya. Ya onti tu nggak nyangka aja. Hahahaha. Abis itu onti bilang, pokoknya ni roti tawar musti diabisin hari ini juga. Jeng jeng jeng! Sebanyak ini? Buat hari ini? For real? Ya nggak ada yang sampe freak out kayak gitu juga sih. Tapi ya wondering aja. Bisa abis apa enggak ni roti-roti dimakan orang berenam. Aku, adek, ibu, onti, oom, sama najwan. Yoan sih masih bayi makannya cuman asi sama bubur bayi. Ngomong-ngomong ayahku emang lagi nggak ada, ada proyek sekitar empat bulanan di India. Coba tadi ngajak dia ya? Ish apa sih Ren.
Oh iya. Tadi aku nyebut-nyebut soal barbekyu kan? Nah itu idenya onti juga. Jadi barbekyu versi onti itu roti-roti tadi dikasi selai macem-macem kayak coklat, stroberi, nanas, sirkaya, kacang, bluberi, sama keju. Abis itu dipanggang. Udah gitu aja. Kalo setauku sih yang namanya barbekyu itu yang dipanggang daging, bukan roti. Ini sih lebih mirip kayak abang-abang yang jual roti bakar di pinggir alun-alun itu. Najwan sama aku sempet protes kalau ni acara lebih pantes dibilang bakar-bakaran roti, tapi onti keukeuh nyebut ini barbekyu. Disuruh om sih iya'in aja, biar cepet.
Nggak tau emang kita-kitanya yang kelaperan ato apa, ternyata emang semuanya abis. Kekenyangen sih. Abis itu malemnya pada nggak makan nasi lagi. Kalo yang masih kuat buat makan nasi yaa, wallahu a'lam deh.
Abis itu sholat isya' jamaah. Terus pada pulang. Yah sedih banget kan jadi sepi. Aku suruh si Najwan nginep sini aja nemenin mainan uno atau game online atau sekedar ngobrol-ngobrol sampe tengah malem kayak waktu itu, tapi enggak dibolehin sama onti soalnya besok enggak hari Minggu. Yah, coba besok itu hari minggu. Jadi akhirnya mereka semua pulang. Hiks. Perpisahan itu nggak enak. *dramatis sejenak*
So, those are them, gokil family, yang aku sayaaaaang banget. Mereka juga yang perhatian sama aku waktu aku sakit kemarin. Aku sakit di rumah, nggak ada ibu soalnya lagi jemput adek di sekolah yang (juga) sakit. Onti nemenin aku. Oom yang nganterin suratku ke sekolah.
Ya gitu lah. No more reason i don't give a gratitude to them and no reason to don't love them. And i'm sooooo thankful to God 'cause i have them in my life... *hug* :)
Emm ngomong-ngomong, hujannya masih belum reda loh.
I was just having a javanese mid-test this morning. Aaand, i don't think it's proper to write in english while we're talking about javanese. But idk how my post will be if i really write this all in javanese, knowing that my jav skill is really....something. Yup, really something.
So just make it easy with Indonesian :D
*brb turning English into Bahasa*
Guru mapel bajaw ku itu Bu Dian. Dan ini baru pertama kalinya aku ngadepin ulangan sama Bu Dian. Bu Dian itu orangnya paling ngga suka sama yang namanya nyontek waktu ulangan. Nah, mungkin buat ngantisipasi anak2 yang sukanya pada nyontek itu, soalnya dibikin essay semuanya. Eh, kurang dramatis ya. SEMUANYA loh pemirsa!!! SEMUANYA! BAYANGKAN GIMANA GEMPORNYA TANGAN NULIS 15 SOAL DAN ITU ESSAY SEMUA!
Oke. Ini lebay.
Ngga gempor-gempor amat sih sebenernya. Udah biasa yang lebih tidak berperikemanusiaan lengkap kok waktu pelajaran sosiologi o:)
Yaudah yuk aku mau curhat aja gimana jeniusnya aku waktu ngerjain tadi.
1) jelaskan pengertian sesorah
2) jelaskan macam2 sesorah
Nih dua soal pertama aku bisa dongski ngerjainnya, soalnya kan teori, bisa diapalin B)
3) *ada sesorah* sebutkan topik
4) sebutkan isi tiap paragraf
5) dimana sesorah itu dilaksanakan
Ini gampang! Soalnya pidatonya masih menggunakan bahasa manusia. Ngerti sih. Tapi ngga tau juga jawabannya bener apa engga. Tapi optimis laah, bu dian kan baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung dan suka mentraktir... (halo bu :p) kalo jawabannya nyerempet-nyerempet gitu pasti dibenerin kan ya bu ya?
6) buat paragraf lima kalimat, temanya 'batik magelang'
Oke. Ini aku galau. Masalahnya, perintahnya siruh dibuat pake bahasa jawa krama. Kalo ngoko, aku nggak akan segalau ini. Daaan masalahnya lagi, aku ngga tau magelang itu punya batik -____- ampuni aku bu dian u,u
Aku sukses melewatkan soal ini, berdoa biar dapet ilham apa yang mau ditulis.
7) *teks wawancara* apa tema wawancara
8) apa nilai moralnya
Di soal ini tingkat kejeniusanku meningkat 500%. Tadinya kukira jawaban buat nomer 7 itu gini: tema adalah suatu pokok atau inti, yang menjelaskan keseluruhan dari wawancara di atas. Udah gitu aja. Tapi Alhamdulillahnya aku ngga bisa translate in ke jawa nya.
Akhirnya karena desperate, aku bobok tinggal bobok aja. Sapa tau malah dapet pencerahan.
Dan memang Allah yang Maha Pemurah bener-bener kasi pencerahan. Setelah baca ulang ulang tu soal, manusia cerdas ini jadi ngerti kalo maksud 'sebenernya' soal itu adalah suruh nyebutin tema dari wawancara itu. Ya elah. Ngga ada yang ngemeng sih daritadi -____-
9) *percakapan* apa isi percakapan
10) ubah kata2 dalam kurung jadi krama
Ini sih keciiil. Jawabannya isi percakapan yaitu pokok pikiran dari percakapan di atas singkat kok. :) bukan definisi dari isi percakapan lah. Itu mah jawabannya orang sarap. Ya nggak?
11), 12) ubah kalimat jadi bahasa krama
Ini aku bisa kok, ada di buku paket dan aku udah belajar ;)
13-15) aksara jawa.
Wuaaa indahnya pemandangan cacing-cacing imut nan seksi yang berbaris di lembar jawabku iniii.. Mumumumu :3
Dan di penghujung perjalanan perjuangan mengejar cintaku kepada bahasa jawa, ih apadeh lebay iyuh.
Aku Alhamdulillah mendapatkan ilham untuk jawaban soal nomer enam.
"Bathik magelang punika sae sanget. Werninipun endah. Nanging, sayangipun reginipun larang. Reginipun larang amargi kualitasipun becik. Amargi becik, kathah tiyang ingkang tresna kaliyan bathik magelang."
Alhamdulillah, dari waktu 1,5 jam aku udah selese kira kira 45 menitan. Bayangin. Aku jenius banget kan? B)
Inget banget waktu tanggal 13
Agustus 2012, waktu itu hari Senin, anak-anak DIS pada kumpul di mushola SMANSA
buat ngebagiin beras.. nyalurin zakat gitu ceritanya…
Pokoknya settingnya begini,
Nah, aku tugasnya jagain yang di
meja ketiga.. tiap RT warga yang bakalan dibagiin beras kan jumlahnya
beda-beda. RT 3 jumlahnya nggak banyak-banyak amat.. nggak lebih dari yang
punyaan RT 4. Tapi ngenesnya ni ya.. ngenesnyaaa…
RT 3 yang paling lama penuhnya. Jahat.
Jadi deh, meja lain dah pada
selesai dan santa-santai, akunya yang masih sibuk sendiri *baryaw* … daaan, kerjaanku
selama nungguin penuh itu adalah: menggambar. Nih gambarnya.
bahan-bahannya semuanya mendadak nih. pake bekas kupon zakat salah satu warga. hihihi :p
Bagus kan? Keren kan? Soswit kan?
Yeeey ternyata aku pinter ngegambar! :D gambarnya agak-agak alim nih, kan masih bulan ramadhan hihihi.
Hulla! It has been
awhile, rite, since i posted my last entry. And i’ve already missed to share
some nuts here. Cekidot :D
I bet you’ve
already guessed that i’m having... um... kinda bad luck today, yeah of course,
read the title; PATHETIC TODAY. Hari ini aku diminta buat ngisi acara isra’
miraj di sekolah. Aku bareng sama Agni, Widi, Mbak Aghisna, nyanyi lagu-lagu
religi gitu. Dari awal persiapannya memang nggak begitu maksimal, soalnya baru
dikasih tau kemarin, dan kita berempat musti siapin lima lagu. Bayangin!
Sehari, lima lagu! Daaan ya, akhirnya cuman 4 lagu yang siap dan itu pun nggak
bener-bener maksimal.
But no matter what,
the show must go on. Siap nggak siap ya pokoknya harus dijalanin. Alhamdulillah
banget aku nggak disuruh tampil pertama. Agni yang tampil jadi opening gitu.
Dan waktu Agni nyanyi, aku udah ngira-ngira, ini bakalan nggak semulus yang
kuharepin. Mulai dari sound system nya yang agak-agak gimanaaa gitu, mic-nya,
dan suasananya, hmmm aku cuman bisa berdoa aja supaya nggak malu-maluin waktu
tampil nanti.
Waktu mengalir
begitu cepat... hahaha lebay. Ya rasanya tu cepet banget si Agni nyanyinya dan
aku udah harus maju. Jreng jreng jreng! Pas aku berdiri, suasana audiens yg
pada nonton persis di depanku itu ribut-ribut kecil. Mereka ngapain? Ergh plis
jangan bikin aku grogi bisa kali ya, udah persiapannya nggak jelas gini, eh pas
aku tampil, aja, malah digituin.
Bait pertama aku
nyanyi... hmmm lumayan lancar. Bait kedua, ‘hampir’ lancar sebelum aku nyadar
kalo di depanku persis adaa... sesuatu.
Dan sesuatu itu ngeselin banget,
bikin buyar aja konsentrasinya. Yaa memang nggak profesional sih kesannya. Yang
profesional itu ya nggak peduli apapun didepannya, and sing for myself. Tapi
ternyata i couldn’t handle my concentration gara-gara sesuatu itu. Ya secara, sesuatu
itu tuh baru aja kemaren bikin aku stres semaleman. Ya, ini urusan psikis
soalnya.
And what? Aku
nyelesaiin rest of that song dengan sengawur-ngawurnya. Padahal tau kan, itu
tuh yang nonton orang sesekolahan plus guru-guru juga. Puh-lease, could
everyone be more pathetic than this?
Abis itu udah lah,
kebayang terus soal sesuatu tadi.
Padahal aku masih harus nyanyi trio satu kali lagi dan kalau sesuatu itu masih ada, aku nggak jamin
lagunya itu bakalan selamet. Holycrap, sesuatu
itu tau-tau dah menuh-menuhin kepalaku aja.
Akhirnyaa
pemirsaaaaa... pas tampil trio, apa yang terjadi pada si sesuatu? Ternyata,
sesuatu itu... kini... masih ada. -_- pas akhir-akhir lagu itu aku sengaja
ngeliatin si sesuatu. Kupantengin dia dalem-dalem. Eh, apa daya si sesuatu
nggak ngeliat balik. Dia malah nunduk dalem-dalem gitu. Yaudah deh, apa aku
emang segitu ancurnya ya? Hmm, once again; pathetic :’)
Tapi ternyata Allah
memang sangat baik. Aku bisa nyanyiin lagu itu bareng sama Agni dan Widi sampe
selesai dengan lumayan khidmat. Lumayan sukses. Jadi kami bisa lumayan lega.
Itu Agni sama Widi. Aku? Lumayan malu-maluin o:)
Karena rumah hantu part 1 yang kurang memuaskan dan
kurang sensasional (halah), akhirnya aku mutusin buat ‘nyoba’ lagi masuk ke
rumah hantu. Kali ini sama Linda (lagi-lagi, jomblo ngenes --”) hari Kamis,
tanggal 17 Mei 2012.
Ternyata rumah hantu part 2 lebih nyeremin dari
yang part 1. Hantunya masih sama, cuman kali ini, mereka tu ampe ngejar-ngejar,
dan lebih ngaget-ngagetin. Tau kan aku latah, jadinya ya, begitulah.
Aku tu masuk cuman berempat. Depanku ada
bapak-bapak hampir manula (kejam), sama anak kecil mungkin masih SD. Gila nih
anak, berani bener ya dia. pertama waktu masuk tu kirain aku nggak cuman
berempat, kirain rame gitu. Eh ternyata waktu di dalem aku noleh ke belakang
ngga ada siapa-siapa. Aku yang paling belakang mamen! Takut, soalnya tu setan
jadi-jadian pake ngejar segala. Tapi nggak papa sih, ini baru yang namanya
sensasional. (apasih)
Dan waktu keluar pun aku puas banget. Tau kenapa?
AKHIRNYA AKU BERHASIL NARIK TALI POCONGNYA SI POCONG! Hahaha... seneng banget
deh. Puas. Mana si pocong itu ampe mau jatuh gitu, wkwk. Terus penjaganya ampe
ngeliatin aku gitu. BIARIN! Yang penting berhasil, berhasil, berhasil, hore!
Tapi, AKU MASIH PENGEN MASUK LAGI. Kali ini,
cita-citaku mau ngejambak om-om kuntilanak gondrong yang ngikut-ngikutin aku di
dalem sono. Adekku aja ampe heran.
Sejak awal April, anak magelang pada heboh soal
rumah hantu di artos. Temen-temen pada koar-koar di twitter, akhirnya aku jadi
penasaran. Ada yang bilang nyeremin, ada yang bilang nggak serem, ada yang
bilang biasa aja. Komentar temen-temen yang macem-macem itu malah bikin aku
tambah penasaran. Maka pada suatu hari (ceilah), aku ngajak temenku Mela, buat
kesana. Waktu itu hari rabo, 9 Mei 2012.
Tapi kayaknya keputusanku buat ngajak Mela itu
kurang tepat. Karena, meskipun awalnya dia keliatan berani dan mantep-mantep
aja, ternyata ampe sana mentalnya kendor. Pertama,
aku sama Mela nyampe sana itu Maghrib. Yah, tau sendiri kan suasana maghrib itu
kayak gimana. Waktu itu rumah hantunya lagi istirahat. Makanya aku sama Mela
mutusin buat muter-muter artos dulu. Malah sempet sholat dulu di mushola.
Nah, lucunya, waktu kita di mushola tu ketemu om-om
yang dandanannya putih banget terus matanya dikasi item-item gitu kayak setan.
Terus tuh om-om juga pake baju yang tulisannya “Rumah Hantu Crew”. Gotcha!
Ternyata itu om-om yang jadi setan. Wah, ternyata setannya islam juga.
Hihihi...
Abis rumah hantunya dibuka lagi, aku balik lagi kesana. Nah, yang kedua, disana tu diputerin music-musik
horror gitu deh yang bikin si Mela ini tambah goosebumps. Ketiga, disana banyak patung-patung setan kayak pocong, kuntilanak,
suster ngesot tapi berdiri (ini namanya nggak ngesot kali ren), sama nenek
bongkok. Mela takut.
Mela : Ren, banyak setannya
nih disini
Reni : yaiyalah, namanya
juga rumah hantu
Mela : bukan gitu ren,
maksudnya setan beneran (mela itu memang indigo)
Reni : duh, cukup deh mel,
nggak bakalan ada apa-apa kok. Santai aja. (sok tenang, padahal deg-degan juga)
Mela : aku takut ren (sambil
megangin tanganku. Sumpah tangan dia dingin banget)
Reni : nggak jadi aja
gimana?
Mela : yah, jangan… kan udah
kebeli tiketnya
Reni : daripada kamu
pingsan di dalem? Nggak lucu juga kali
Mela tetep ngotot pengen masuk meskipun dia udah
ketakutan gitu. Jadi deh kita masuk. Masuknya tu berempat, depanku ada mas-mas
sama mbak-mbak pacaran, terus aku sama mela, dan belakangku juga orang pacaran.
Duh aku ngenes banget ini jadi jomblo.
Eh pas mau masuk, mas-masnya depanku ngomong sama aku minta tukeran
tempat. Dia takut di depan sendiri ternyata.
Mas : dek, tukeran gimana,
kamu yang depan?
Aku : loh, kenapa?
Mas : ya ngga papa, kamu
kan yang pake kerudung, depan aja ya?
Aku : ha?
Mas : Ntar kamu baca-baca
apa gitu. Yayaya?
Nih mas-mas koya banget sumpah. Mukanya aja macho,
eh ternyata mentalnya tempe juga. Terus apa hubungannya coba kalo aku pake
kerudung? Baca-baca juga apa hubungannya plis. Emang lu pikir setan beneran?
Hadeh… bilang aja lu penakut.
Jadi deh aku sama mela yang depan sendiri, trus si
mas-mas penakut sama pacarnya itu yang di tengah. Dasar tempe.
JENG JENG! Akhirnya masuk juga kami berenam. Di
dalem tu settingnya kayak labirin gitu dikasi korden-korden. Gelap banget, tapi
jalannya sih masih tetep keliatan. Korden pertama, nggak ada apa-apanya. Cuman
patung kuntilanak di pojokan sama hantu tukang jamu jadi-jadian. Terus korden
kedua, settingnya kayak kamar pengantin pake ranjang yang ada korden-korden
putihnya gitu terus ada mbak-mbak yang mukanya ancur bobok di ranjang situ.
Terus di pojokan ada suster ngesot haha huhu haha huhu nggak jelas itu. nggak begitu
nyeremin. Korden ketiga, nggak ada apa-apanya. Cuman patung pocong diiketin di
tembok. Korden ke empat, settingnya kayak kamar mayat gitu. Awalnya nggak
nyeremin, tapi waktu rombonganku jalan, tau-tau ada genderuwo ngesot di
sampingku. Wuah, mela, sama empat orang di belakangku jejeritan nggak karuan.
Aku sih stay cool aja. Korden kelima nggak tau ada apanya. Nah, yang paling
akhir, korden ke enam, ada kuntilanak sama pocong yang ngaget-ngagetin banget.
Udah, itu aja, terus keluar.
Sampe di luar, lega banget. Mela pucetnya udah
kayak tembok. Dia lemes. Untung nggak pingsan atau asma di dalem gitu.
Tapi aku nggak puas. Soalnya satu, aku nggak narik
tali pocongnya si pocong yang di korden terakhir itu. terus aku bercita-cita,
pokoknya aku harus masuk lagi, buat narik tali pocong!
Renita Rismayanti.
Lullaby fairy.
Freshly 17.
Sweet little monster.
Pastel-ish things lover.
Music-freak.
Rain-obsessed.
Vintage stuff hunter.
Multi-lingual wanna be.
Half Java and Palembang.
Interested in every flight stuff.
Girl with a mind, bitch with an attitude, and a lady with class.
normal , Link , italic , underline , strikeout , bold
Jumat, 10 Januari 2014,05.41{ H-1 tercuil }
Sebenernya nunda-nunda itu emang kebiasaanku yang susah banget kutinggalin. Bukan Reni namanya kalau nggak ngerjain sesuatu di ujung deadline. Bahkan kalaupun misalnya aku dikasih waktu 100 hari buat bikin tugas, pasti hari ke-99 aku baru mulai ngerjain. Iya sih emang parah. But i'm always trying koook.
Kayak persiapan WKS Pixar kemarin, dikasih waktu banyak untuk nyari kostum yg cocok sama temanya, eh sampai H-1 aku masih belum punya apa-apa buat dipakai. Baru deh pulang sekolah itu kelabakan sendiri sama Nazala.
Jam 4 sore aku meluncur ke kost Aza buat minta dia temenin aku keliling-keliling. Niat sih mau motongin celana jins aja ke penjahit daripada mesti beli. Nah sampai di kosan Aza, hujan dereees banget. Yaudah kami terobos aja pakai jas hujan. Haaa padahal kondisi lagi flu.
Sampai di penjahit langsung parkirin motor.
A : Udah nggak hujan ni ren
R : Iya coba daritadi ya. *ngelipet jas hujan*
A : Iya udah pakai jas hujan segala *masukin jas hujan di jok*
R : *nutup jok*
A : ...
R : Za...
A : Kenapa ren?
R : Kunci motornya tadi mana ya?
A : Lah nggak tau ren
R : Zaaaa kunci motornya di dalem jok!!!
A : Ha? Gila kamu ren!!!
R : Terus gimana ini za
A : Pulang dulu aja ambil kunci cadangan
R : Oh iya ya
A : Yaudah sana cepet
R : Tapi gimana pulangnya? Motornya kan nggakbisa jalan
A : Bbm cicikmu, suruh anterin kesini
R : Oh iya ya *ngetik bbm*
A : ...
R : Mmm za...
A : Apa lagi?
R : Baru inget kalau aku udah nggakpunya kunci cadangan. Aku juga sih yang ngilangin kemarin
A : Yaelah reeen
R : Terus gimana nih
Terus gimana? Ya kami juga bingung waktu itu. Tapi kuputusin buat kelarin masalah celana dulu ke tukang jahitnya. Tok tok tok, masuklah kami kedalam. Ngeliat mukaku, ibu-ibu tukang jahit langsung senyum sambil nyeletuk, "Gimana dek? Mau jahitin ya? Waduh maaf dek tapi ibu udah mau tutup..."
Jeng jeng... *pingsan*
"Yaudah sini liat dulu dek apa yang mau dijahitin?" Yeeey tukang jahitnya baik. Nggak tega kali ya liat mukaku yang melasnya ngelebihin pengemis lampu merah. Ah makasih buk. Baik banget sih. Langsung aja aku ngubek ngubek tas dengan sumringah.
Eh,
Tapi kok...
...
"Emm bu... sebenernya... yang mau kujaitin itu... ketinggalan."
Dan sekarang ibu-ibu tukang jahitnya yang pingsan.
Been suffering a very bad heartbreak this month. Don't know why all of my memories about someone keep coming and haunting me like hell. Sadly, i just can't stop. it was on its top when we were on our vacation to Bali. We were on the same bus and, you know, feels like hell to watch him pretending that there's really nothing happen between us in the past. Well nothing seems wrong but, deep inside i want the old him back. Which is: kinda impossible.
I talked to him, just some simple conversation about how he has been doing lately. He's completely fine with all of his daily business, his preparation for a competition in province, and yeah, new friends. New habits. New girl (maybe). It made me just feel sooo different with his way of life which runs that awesome. Just compare to my way of life which goes like a disaster. I could see some other boys but i can never move the fuck on.
And yeah, on that five-days-vacation, we visited beaches, shops, saw many good-looking visitors, but terrifically i enjoy nothing but the bitterness of our ruined-relationship right then. I took a picture of us at Dreamland Highway. Feels like heaven to see how sweet his smile on that picture. I captured a very sweet smile. But it means nothing.
It was always him. Regretting the past never change anything. He left, that's just all i got.
Regret always comes late, rite? Ignoring how bitchy i was on the past, no matter what i've ever had a crush on him. I even wrote his name on this blog like-a century ago, now i write his name like, everywhere when i got a chance to write.
So, is that you, Karma? You really come, eh?
I really have to swallow my pride and do apologize, but i don't think i have a second chance. I ruined it. I slapped his face with a plate, he forgave. But then when i got my second chance i leave someone with bunches of cares for me with a stinky jerk who doesn't really worth of anything.
Like i said on my entry before, anyone deserve to get a second chance, but not the third one.Then, Karma, wish you're happy. :)
Selasa, 19 Februari 2013,02.57{ We're suppose to be happy }
"Aku sampai membodohi diri sendiri. Begitu banyak orang yang sayang sama aku tapi kenapa aku membiarkan diriku sendiri memusingkan satu orang yang menyakitiku."
Mami Hesty.
I know how it feels, mem. I just know. Rasanya kayak pengen makan orang kan? Padahal rasa sayang orang-orang di sekitar kita itu jauh lebih worth dibandingkan satu orang yang menyakiti perasaan kita itu. Kenapa ya mem kita ngga pernah merasa cukup? Bukankah kita itu orang yang spesial di mata sebagian orang? Buktinya mereka mau melakukan apa saja untuk buat kita senang. Seharusnya kita senang ya mem? But, why...
I've been missing you so freaking bad lately. But why did i go away from you when we really have our time for two. Why did i go early when you really spare your time for me. Why did i ask you to leave when you said you want some more moments with me. Why did i do those things while everyday i always wish for your call. Hoping for chances. But now, i realize that i'm completely stupid to let them go, the chance that finally came. Stupid. Even i acted like i don't like you and keep pretending like there's never happening some things between me and you. But i were never succeed to take my eyes off of you. And it's burning deep down here when i saw you touch another girl's hand. Could you feel my anger? Of course not. Right, you have a weak sense. And i'm still wondering why did i let you leave me.
Regretting things? Like it's always been my dinner since you treat me like that. Regret how foolish i could be to waste such a gold chance. So now i really have to swallow this 'dinner' dish tonight. How yum!
Hari ini udah tanggal 29 Desember. Artinya udah makin deket
sama 2013. Udah mau ninggalin 2012. Terus kenapa? Apa bedanya? Bukannya semuanya
sama aja? Wajar-wajar aja seperti biasanya? Udah lima belas kali dari aku lahir
ngadepin yang namanya tahun baruan. Tapi tetep aja buat kali ini, aku nggak mau
cepet-cepet tahun baruan. Emang nggak masuk akal kalau aku bilang nggak siap. Nggak
siap buat ngadepin dua hari kedepan yang aku nggak tau bakalan jadi gimana. Ya emang
sih, waktu nggak akan berenti juga cuman gara-gara aku nggak siap. Nggak masuk
akal emang akunya.
Tahun ini emang bukan bener-bener tahunku. Nggak ada yang
spesial memang, sama aja kayak tahun-tahun sebelumnya. Cuman rasanya cepet aja.
Kayaknya malah aku ngerasainnya tahun ini yang paling cepet lewatnya. Nggak tau
juga kenapa. Tapi kata orang kalau kita enjoy ngejalaninnya emang bakalan
terasa cepet. Enjoy? Nggak selalu. Ya tetep aja, ada susah ada seneng, kadang
galau kadang juga girang minta ampun. Soalnya kebahagiaan nggak akan selamanya,
gitu juga kesedihan. Cuman, ada sih satu hal di tahun ini yang bikin aku susah
move on dari 2012. Iya, apalagi kalau bukan kamu.
Kamu orang pertama yang aku liat, yang aku temuin, yang aku
ajak ngobrol setahun yang lalu, waktu pergantian tahun, 1 Januari 2012. Mestinya
kamu inget. Waktu itu udah sepi, udah gelap, kembang api udah dinyalain semua
sampai habis. Nggak ada hujan. Kamu dateng. Kamu ada disana. Singkat, dan emang
bukan pertama kalinya. Singkat, terus kamu balik lagi. Singkat, tapi manis. Sampai-sampai
aku bikin resolusi, eh bukan, bukan resolusi tapi semacam wish: semoga aku yang
terakhir kali ada di pikiranmu di 2012 dan yang pertama kali kamu pikirin di
2013. Cuman itu kok.
Sampai sekarang aku masih penasaran apa emang waktu itu kamu
sengaja ngerencanainnya? Entah deh. Mungkin inget aja kamu belum tentu. Keinginan
yang waktu itu manis banget, buat sekarang kesannya... ya gitulah. Tapi yaudah
sih. Life goes on, kan. Nggak perlu terlalu mikirin yang kemaren-kemaren. Tahun
baru juga nggak lebih cuman mesti ngeganti kalender. Nggak ada bedanya juga
sama hari biasa. Sehari tetep 24 jam. Kalender tetep mulai dari angka 1 bukan
dari 30. See? Sama aja kan?
Oh iya satu lagi. Makasih nggak jadi kiamat, soalnya aku belom nikah.
Jumat, 12 Oktober 2012,06.10{ glad to have them :') }
Yeeeey hujan lagi! *cheers*
Hujan itu, yah, beneran moodbooster yang nomor satu. Hawanya waktu hujan itu really something. Bau tanahnya yang udah keguyur hujan, semua orang pasti suka sama baunya. Ah, pokoknya... Apa ya, syahdu. Hihi. Dear rain, i'm glad you came. #nyanyi
Terus kalau lagi hujan itu buat ngapa-ngapain enak. Buat bobok enak. Buat dengerin musik, enak banget. Buat nonton filem, enak. Enak lagi kalo nontonnya bareng seseorang, sambil diapelin gitu (eh :p), itu enak juga. Enak banget bangeet. Hahaha. Paling enak ya bobok. Adem. Nyaman.
Ada lagi yang enak dilakuin pas hujan. 'Barbekyuan' sama keluarga. Kayak aku barusan ini. Jarang banget deh ada acara kayak beginian dirumah. Itu aja gara-gara ada Oom Jun sama Onti ku sama anaknya, Najwan sama Yoan yang kerumah bawain roti tawar buat aku sama adekku yang kemarin sakit. Dikiranya hari ini masih sakit, makanya ditengokin sama dibawain roti tawar. Padahal udah sembuh mbuh loh. Hihihi :D
*Onti dateng ke rumah, liat aku keluar dari kamar mandi*
Onti "Loh, Reni kamu kok mandi?"
Aku "Ya emang harus mandi kan Onti? Emangnya nggak boleh?"
Onti "Nggak boleh lah. Kan kamu baru sakit. Nanti tambah sakit."
Aku "Aku kan udah sembuh Onti"
Onti "Loh kok sembuh? Kan kemaren kamu sakit sampe nggak sekolah segala."
Aku "Iya itu kemaren.. Sekarang udah sembuh. Tadi juga udah berangkat sekolah."
Onti "Udah sembuh ya? Kok bisa siiih?"
Aku "Kok apanya? Ya bisa lah Onti..."
Onti "Tapi kok cepet banget? Kan baru kemaren sakitnya Reni."
Aku "Ya Alhamdulillah to sekarang udah sembuh. Onti gimana sih?"
Onti "Ya Alhamdulillah. Tapi kan Reen..."
Aku "Hmm?"
Onti "Tapi Reenn... Ah udahlah kamu tu ngga ngerti. Sana ganti baju aja sana. Onti mau ketemu adek kamu aja."
Aku "...???"
Ngga ngerti sama obrolan Onti yang random banget ini? Sama. Tadinya aku juga ngga ngerti. Tapi baca ini dulu deh.
Onti nyariin adekku di kamar nggak ketemu, ternyata lagi main sama Yoan.
Onti "Amel, kamu tu kok malah main sih! Istirahat gih biar sembuh, kok malah main mulu."
Amel "Udah sembuh kok Onti."
Onti "Kok bisa? Kan kemaren kamu sakit? Sampe dijemput di sekolah segala sama ibu kamu terus dibawa periksa ke dokter?"
Amel "Emang."
Onti "Ya kok sekarang udah sembuh?"
Amel "Yaa nggak tau."
Onti "Ya tapi kann... Bzzztasdfghjkl..."
Onti nanya ke ibu buat mastiin kalo aku sama adekku memang udah beneran sembuh. Onti tu semacam nggak nyangka gitu. Jadiii, usut punya usut, Onti nanya nggak jelas sama aku sama adek itu ternyata gara-gara dia kecele, udah beli roti tawar banyak-banyak buat nengokin aku sama adekku yang sakitnya barengan kemaren itu. Eh, ternyata hari ini aku sama adek udah sembuh. Barengan, pula sembuhnya. Ya onti tu nggak nyangka aja. Hahahaha. Abis itu onti bilang, pokoknya ni roti tawar musti diabisin hari ini juga. Jeng jeng jeng! Sebanyak ini? Buat hari ini? For real? Ya nggak ada yang sampe freak out kayak gitu juga sih. Tapi ya wondering aja. Bisa abis apa enggak ni roti-roti dimakan orang berenam. Aku, adek, ibu, onti, oom, sama najwan. Yoan sih masih bayi makannya cuman asi sama bubur bayi. Ngomong-ngomong ayahku emang lagi nggak ada, ada proyek sekitar empat bulanan di India. Coba tadi ngajak dia ya? Ish apa sih Ren.
Oh iya. Tadi aku nyebut-nyebut soal barbekyu kan? Nah itu idenya onti juga. Jadi barbekyu versi onti itu roti-roti tadi dikasi selai macem-macem kayak coklat, stroberi, nanas, sirkaya, kacang, bluberi, sama keju. Abis itu dipanggang. Udah gitu aja. Kalo setauku sih yang namanya barbekyu itu yang dipanggang daging, bukan roti. Ini sih lebih mirip kayak abang-abang yang jual roti bakar di pinggir alun-alun itu. Najwan sama aku sempet protes kalau ni acara lebih pantes dibilang bakar-bakaran roti, tapi onti keukeuh nyebut ini barbekyu. Disuruh om sih iya'in aja, biar cepet.
Nggak tau emang kita-kitanya yang kelaperan ato apa, ternyata emang semuanya abis. Kekenyangen sih. Abis itu malemnya pada nggak makan nasi lagi. Kalo yang masih kuat buat makan nasi yaa, wallahu a'lam deh.
Abis itu sholat isya' jamaah. Terus pada pulang. Yah sedih banget kan jadi sepi. Aku suruh si Najwan nginep sini aja nemenin mainan uno atau game online atau sekedar ngobrol-ngobrol sampe tengah malem kayak waktu itu, tapi enggak dibolehin sama onti soalnya besok enggak hari Minggu. Yah, coba besok itu hari minggu. Jadi akhirnya mereka semua pulang. Hiks. Perpisahan itu nggak enak. *dramatis sejenak*
So, those are them, gokil family, yang aku sayaaaaang banget. Mereka juga yang perhatian sama aku waktu aku sakit kemarin. Aku sakit di rumah, nggak ada ibu soalnya lagi jemput adek di sekolah yang (juga) sakit. Onti nemenin aku. Oom yang nganterin suratku ke sekolah.
Ya gitu lah. No more reason i don't give a gratitude to them and no reason to don't love them. And i'm sooooo thankful to God 'cause i have them in my life... *hug* :)
Emm ngomong-ngomong, hujannya masih belum reda loh.
I was just having a javanese mid-test this morning. Aaand, i don't think it's proper to write in english while we're talking about javanese. But idk how my post will be if i really write this all in javanese, knowing that my jav skill is really....something. Yup, really something.
So just make it easy with Indonesian :D
*brb turning English into Bahasa*
Guru mapel bajaw ku itu Bu Dian. Dan ini baru pertama kalinya aku ngadepin ulangan sama Bu Dian. Bu Dian itu orangnya paling ngga suka sama yang namanya nyontek waktu ulangan. Nah, mungkin buat ngantisipasi anak2 yang sukanya pada nyontek itu, soalnya dibikin essay semuanya. Eh, kurang dramatis ya. SEMUANYA loh pemirsa!!! SEMUANYA! BAYANGKAN GIMANA GEMPORNYA TANGAN NULIS 15 SOAL DAN ITU ESSAY SEMUA!
Oke. Ini lebay.
Ngga gempor-gempor amat sih sebenernya. Udah biasa yang lebih tidak berperikemanusiaan lengkap kok waktu pelajaran sosiologi o:)
Yaudah yuk aku mau curhat aja gimana jeniusnya aku waktu ngerjain tadi.
1) jelaskan pengertian sesorah
2) jelaskan macam2 sesorah
Nih dua soal pertama aku bisa dongski ngerjainnya, soalnya kan teori, bisa diapalin B)
3) *ada sesorah* sebutkan topik
4) sebutkan isi tiap paragraf
5) dimana sesorah itu dilaksanakan
Ini gampang! Soalnya pidatonya masih menggunakan bahasa manusia. Ngerti sih. Tapi ngga tau juga jawabannya bener apa engga. Tapi optimis laah, bu dian kan baik hati dan tidak sombong dan rajin menabung dan suka mentraktir... (halo bu :p) kalo jawabannya nyerempet-nyerempet gitu pasti dibenerin kan ya bu ya?
6) buat paragraf lima kalimat, temanya 'batik magelang'
Oke. Ini aku galau. Masalahnya, perintahnya siruh dibuat pake bahasa jawa krama. Kalo ngoko, aku nggak akan segalau ini. Daaan masalahnya lagi, aku ngga tau magelang itu punya batik -____- ampuni aku bu dian u,u
Aku sukses melewatkan soal ini, berdoa biar dapet ilham apa yang mau ditulis.
7) *teks wawancara* apa tema wawancara
8) apa nilai moralnya
Di soal ini tingkat kejeniusanku meningkat 500%. Tadinya kukira jawaban buat nomer 7 itu gini: tema adalah suatu pokok atau inti, yang menjelaskan keseluruhan dari wawancara di atas. Udah gitu aja. Tapi Alhamdulillahnya aku ngga bisa translate in ke jawa nya.
Akhirnya karena desperate, aku bobok tinggal bobok aja. Sapa tau malah dapet pencerahan.
Dan memang Allah yang Maha Pemurah bener-bener kasi pencerahan. Setelah baca ulang ulang tu soal, manusia cerdas ini jadi ngerti kalo maksud 'sebenernya' soal itu adalah suruh nyebutin tema dari wawancara itu. Ya elah. Ngga ada yang ngemeng sih daritadi -____-
9) *percakapan* apa isi percakapan
10) ubah kata2 dalam kurung jadi krama
Ini sih keciiil. Jawabannya isi percakapan yaitu pokok pikiran dari percakapan di atas singkat kok. :) bukan definisi dari isi percakapan lah. Itu mah jawabannya orang sarap. Ya nggak?
11), 12) ubah kalimat jadi bahasa krama
Ini aku bisa kok, ada di buku paket dan aku udah belajar ;)
13-15) aksara jawa.
Wuaaa indahnya pemandangan cacing-cacing imut nan seksi yang berbaris di lembar jawabku iniii.. Mumumumu :3
Dan di penghujung perjalanan perjuangan mengejar cintaku kepada bahasa jawa, ih apadeh lebay iyuh.
Aku Alhamdulillah mendapatkan ilham untuk jawaban soal nomer enam.
"Bathik magelang punika sae sanget. Werninipun endah. Nanging, sayangipun reginipun larang. Reginipun larang amargi kualitasipun becik. Amargi becik, kathah tiyang ingkang tresna kaliyan bathik magelang."
Alhamdulillah, dari waktu 1,5 jam aku udah selese kira kira 45 menitan. Bayangin. Aku jenius banget kan? B)
Inget banget waktu tanggal 13
Agustus 2012, waktu itu hari Senin, anak-anak DIS pada kumpul di mushola SMANSA
buat ngebagiin beras.. nyalurin zakat gitu ceritanya…
Pokoknya settingnya begini,
Nah, aku tugasnya jagain yang di
meja ketiga.. tiap RT warga yang bakalan dibagiin beras kan jumlahnya
beda-beda. RT 3 jumlahnya nggak banyak-banyak amat.. nggak lebih dari yang
punyaan RT 4. Tapi ngenesnya ni ya.. ngenesnyaaa…
RT 3 yang paling lama penuhnya. Jahat.
Jadi deh, meja lain dah pada
selesai dan santa-santai, akunya yang masih sibuk sendiri *baryaw* … daaan, kerjaanku
selama nungguin penuh itu adalah: menggambar. Nih gambarnya.
bahan-bahannya semuanya mendadak nih. pake bekas kupon zakat salah satu warga. hihihi :p
Bagus kan? Keren kan? Soswit kan?
Yeeey ternyata aku pinter ngegambar! :D gambarnya agak-agak alim nih, kan masih bulan ramadhan hihihi.
Hulla! It has been
awhile, rite, since i posted my last entry. And i’ve already missed to share
some nuts here. Cekidot :D
I bet you’ve
already guessed that i’m having... um... kinda bad luck today, yeah of course,
read the title; PATHETIC TODAY. Hari ini aku diminta buat ngisi acara isra’
miraj di sekolah. Aku bareng sama Agni, Widi, Mbak Aghisna, nyanyi lagu-lagu
religi gitu. Dari awal persiapannya memang nggak begitu maksimal, soalnya baru
dikasih tau kemarin, dan kita berempat musti siapin lima lagu. Bayangin!
Sehari, lima lagu! Daaan ya, akhirnya cuman 4 lagu yang siap dan itu pun nggak
bener-bener maksimal.
But no matter what,
the show must go on. Siap nggak siap ya pokoknya harus dijalanin. Alhamdulillah
banget aku nggak disuruh tampil pertama. Agni yang tampil jadi opening gitu.
Dan waktu Agni nyanyi, aku udah ngira-ngira, ini bakalan nggak semulus yang
kuharepin. Mulai dari sound system nya yang agak-agak gimanaaa gitu, mic-nya,
dan suasananya, hmmm aku cuman bisa berdoa aja supaya nggak malu-maluin waktu
tampil nanti.
Waktu mengalir
begitu cepat... hahaha lebay. Ya rasanya tu cepet banget si Agni nyanyinya dan
aku udah harus maju. Jreng jreng jreng! Pas aku berdiri, suasana audiens yg
pada nonton persis di depanku itu ribut-ribut kecil. Mereka ngapain? Ergh plis
jangan bikin aku grogi bisa kali ya, udah persiapannya nggak jelas gini, eh pas
aku tampil, aja, malah digituin.
Bait pertama aku
nyanyi... hmmm lumayan lancar. Bait kedua, ‘hampir’ lancar sebelum aku nyadar
kalo di depanku persis adaa... sesuatu.
Dan sesuatu itu ngeselin banget,
bikin buyar aja konsentrasinya. Yaa memang nggak profesional sih kesannya. Yang
profesional itu ya nggak peduli apapun didepannya, and sing for myself. Tapi
ternyata i couldn’t handle my concentration gara-gara sesuatu itu. Ya secara, sesuatu
itu tuh baru aja kemaren bikin aku stres semaleman. Ya, ini urusan psikis
soalnya.
And what? Aku
nyelesaiin rest of that song dengan sengawur-ngawurnya. Padahal tau kan, itu
tuh yang nonton orang sesekolahan plus guru-guru juga. Puh-lease, could
everyone be more pathetic than this?
Abis itu udah lah,
kebayang terus soal sesuatu tadi.
Padahal aku masih harus nyanyi trio satu kali lagi dan kalau sesuatu itu masih ada, aku nggak jamin
lagunya itu bakalan selamet. Holycrap, sesuatu
itu tau-tau dah menuh-menuhin kepalaku aja.
Akhirnyaa
pemirsaaaaa... pas tampil trio, apa yang terjadi pada si sesuatu? Ternyata,
sesuatu itu... kini... masih ada. -_- pas akhir-akhir lagu itu aku sengaja
ngeliatin si sesuatu. Kupantengin dia dalem-dalem. Eh, apa daya si sesuatu
nggak ngeliat balik. Dia malah nunduk dalem-dalem gitu. Yaudah deh, apa aku
emang segitu ancurnya ya? Hmm, once again; pathetic :’)
Tapi ternyata Allah
memang sangat baik. Aku bisa nyanyiin lagu itu bareng sama Agni dan Widi sampe
selesai dengan lumayan khidmat. Lumayan sukses. Jadi kami bisa lumayan lega.
Itu Agni sama Widi. Aku? Lumayan malu-maluin o:)
Karena rumah hantu part 1 yang kurang memuaskan dan
kurang sensasional (halah), akhirnya aku mutusin buat ‘nyoba’ lagi masuk ke
rumah hantu. Kali ini sama Linda (lagi-lagi, jomblo ngenes --”) hari Kamis,
tanggal 17 Mei 2012.
Ternyata rumah hantu part 2 lebih nyeremin dari
yang part 1. Hantunya masih sama, cuman kali ini, mereka tu ampe ngejar-ngejar,
dan lebih ngaget-ngagetin. Tau kan aku latah, jadinya ya, begitulah.
Aku tu masuk cuman berempat. Depanku ada
bapak-bapak hampir manula (kejam), sama anak kecil mungkin masih SD. Gila nih
anak, berani bener ya dia. pertama waktu masuk tu kirain aku nggak cuman
berempat, kirain rame gitu. Eh ternyata waktu di dalem aku noleh ke belakang
ngga ada siapa-siapa. Aku yang paling belakang mamen! Takut, soalnya tu setan
jadi-jadian pake ngejar segala. Tapi nggak papa sih, ini baru yang namanya
sensasional. (apasih)
Dan waktu keluar pun aku puas banget. Tau kenapa?
AKHIRNYA AKU BERHASIL NARIK TALI POCONGNYA SI POCONG! Hahaha... seneng banget
deh. Puas. Mana si pocong itu ampe mau jatuh gitu, wkwk. Terus penjaganya ampe
ngeliatin aku gitu. BIARIN! Yang penting berhasil, berhasil, berhasil, hore!
Tapi, AKU MASIH PENGEN MASUK LAGI. Kali ini,
cita-citaku mau ngejambak om-om kuntilanak gondrong yang ngikut-ngikutin aku di
dalem sono. Adekku aja ampe heran.
Sejak awal April, anak magelang pada heboh soal
rumah hantu di artos. Temen-temen pada koar-koar di twitter, akhirnya aku jadi
penasaran. Ada yang bilang nyeremin, ada yang bilang nggak serem, ada yang
bilang biasa aja. Komentar temen-temen yang macem-macem itu malah bikin aku
tambah penasaran. Maka pada suatu hari (ceilah), aku ngajak temenku Mela, buat
kesana. Waktu itu hari rabo, 9 Mei 2012.
Tapi kayaknya keputusanku buat ngajak Mela itu
kurang tepat. Karena, meskipun awalnya dia keliatan berani dan mantep-mantep
aja, ternyata ampe sana mentalnya kendor. Pertama,
aku sama Mela nyampe sana itu Maghrib. Yah, tau sendiri kan suasana maghrib itu
kayak gimana. Waktu itu rumah hantunya lagi istirahat. Makanya aku sama Mela
mutusin buat muter-muter artos dulu. Malah sempet sholat dulu di mushola.
Nah, lucunya, waktu kita di mushola tu ketemu om-om
yang dandanannya putih banget terus matanya dikasi item-item gitu kayak setan.
Terus tuh om-om juga pake baju yang tulisannya “Rumah Hantu Crew”. Gotcha!
Ternyata itu om-om yang jadi setan. Wah, ternyata setannya islam juga.
Hihihi...
Abis rumah hantunya dibuka lagi, aku balik lagi kesana. Nah, yang kedua, disana tu diputerin music-musik
horror gitu deh yang bikin si Mela ini tambah goosebumps. Ketiga, disana banyak patung-patung setan kayak pocong, kuntilanak,
suster ngesot tapi berdiri (ini namanya nggak ngesot kali ren), sama nenek
bongkok. Mela takut.
Mela : Ren, banyak setannya
nih disini
Reni : yaiyalah, namanya
juga rumah hantu
Mela : bukan gitu ren,
maksudnya setan beneran (mela itu memang indigo)
Reni : duh, cukup deh mel,
nggak bakalan ada apa-apa kok. Santai aja. (sok tenang, padahal deg-degan juga)
Mela : aku takut ren (sambil
megangin tanganku. Sumpah tangan dia dingin banget)
Reni : nggak jadi aja
gimana?
Mela : yah, jangan… kan udah
kebeli tiketnya
Reni : daripada kamu
pingsan di dalem? Nggak lucu juga kali
Mela tetep ngotot pengen masuk meskipun dia udah
ketakutan gitu. Jadi deh kita masuk. Masuknya tu berempat, depanku ada mas-mas
sama mbak-mbak pacaran, terus aku sama mela, dan belakangku juga orang pacaran.
Duh aku ngenes banget ini jadi jomblo.
Eh pas mau masuk, mas-masnya depanku ngomong sama aku minta tukeran
tempat. Dia takut di depan sendiri ternyata.
Mas : dek, tukeran gimana,
kamu yang depan?
Aku : loh, kenapa?
Mas : ya ngga papa, kamu
kan yang pake kerudung, depan aja ya?
Aku : ha?
Mas : Ntar kamu baca-baca
apa gitu. Yayaya?
Nih mas-mas koya banget sumpah. Mukanya aja macho,
eh ternyata mentalnya tempe juga. Terus apa hubungannya coba kalo aku pake
kerudung? Baca-baca juga apa hubungannya plis. Emang lu pikir setan beneran?
Hadeh… bilang aja lu penakut.
Jadi deh aku sama mela yang depan sendiri, trus si
mas-mas penakut sama pacarnya itu yang di tengah. Dasar tempe.
JENG JENG! Akhirnya masuk juga kami berenam. Di
dalem tu settingnya kayak labirin gitu dikasi korden-korden. Gelap banget, tapi
jalannya sih masih tetep keliatan. Korden pertama, nggak ada apa-apanya. Cuman
patung kuntilanak di pojokan sama hantu tukang jamu jadi-jadian. Terus korden
kedua, settingnya kayak kamar pengantin pake ranjang yang ada korden-korden
putihnya gitu terus ada mbak-mbak yang mukanya ancur bobok di ranjang situ.
Terus di pojokan ada suster ngesot haha huhu haha huhu nggak jelas itu. nggak begitu
nyeremin. Korden ketiga, nggak ada apa-apanya. Cuman patung pocong diiketin di
tembok. Korden ke empat, settingnya kayak kamar mayat gitu. Awalnya nggak
nyeremin, tapi waktu rombonganku jalan, tau-tau ada genderuwo ngesot di
sampingku. Wuah, mela, sama empat orang di belakangku jejeritan nggak karuan.
Aku sih stay cool aja. Korden kelima nggak tau ada apanya. Nah, yang paling
akhir, korden ke enam, ada kuntilanak sama pocong yang ngaget-ngagetin banget.
Udah, itu aja, terus keluar.
Sampe di luar, lega banget. Mela pucetnya udah
kayak tembok. Dia lemes. Untung nggak pingsan atau asma di dalem gitu.
Tapi aku nggak puas. Soalnya satu, aku nggak narik
tali pocongnya si pocong yang di korden terakhir itu. terus aku bercita-cita,
pokoknya aku harus masuk lagi, buat narik tali pocong!