rainydayseason

About

Journal

Extra

Misc

Archive


Minggu, 23 Maret 2014,06.43{ See? }

You may have been busy but is it that hard to spend couple minutes just to make a short visit? What's the meaning of "get well soon" text while it doesn't cure at all. I don't need your sympathy. Injections, pills, IV drops are just so common for sick person. I feel no sympathy. Just, find a fucking time and go see me. Because saying those things and then do nothing without making any effort to come seeing me and giving supports, is totally bullshit. So i guess it does prove that you never really care. It really shows how IMPORTANT and WORTHED i am for you, for all this time. Thank you.

Label:



Jumat, 01 November 2013,05.48{ 1 November 2013 }



Selasa, 10 September 2013,02.53{ Chin up! }

Untuk adek, yang kayaknya belakangan selalu kuperhatiin. Nggak papa kan ya, kamu kuperhatiin? Dari yang biasanya jarang kutegurin, nggak tau kenapa sekarang aku ngerasa selalu pengen perhatiin kamu.

Adekku, semoga kamu nggak terlalu sedih waktu kamu ngalamin masa yang sulit nanti. Semoga kamu nggak terlalu terpukul. Aku tau yang bakalan kamu rasain karena aku juga pernah ada di posisi kamu. Waktu aku nggak bisa dapetin apa yang paling aku harap. Itu bener-bener nggak menyenangkan.

Kamu tau dek, kamu sakit, aku juga ngerasa sakit. Tapi kamu harus selalu inget kalau Tuhan kita nggak tidur. Kamu punya Dia yang selalu tau yang terbaik buat kamu. Dia kasih kesusahan, kegagalan, ujian, sebelum Dia naikin derajat kamu. Trust Him, and it would make you much better. Dan iya, selalu dek, you'll always have my shoulder to cry on. Yang selalu aku harepin, selalu ada di sana waktu kamu butuh. Baru kali ini aku ngerasa beneran kakakmu, rasanya bener-bener nggak pengen liat kamu jatuh. Seriously.

Gitu, adekku. Semoga kamu kuat, semoga kamu baik-baik aja nggak kayak yang aku khawatirin.

I love you, He loves you, they love you. We really do. Chin up, dear!

When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse
And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you 

Label: , , ,



Selasa, 21 Mei 2013,22.29{ Another goodbye }

No talk for awhile. Not even any little greets. Its good to see your life which goes really well. Its good when you dont have any little mind for me anymore, good for you. Even it's not good for me. But i guess i'm okay. So okay.

Can you tell me how bad it was? To be hurt by me on that very normal day. I dont have any idea how it comes unforgivable far till now. No matter how many times i said sorry, unforgivable means; Can. Not. Be. Forgiven. That's the rule.

So do i really have to stop here? Guess so. Can i wish that you will come back to me when i've already too tired to reach you, when i've already too weak to beg for your forgiveness, when we've already forget about each other, forget about everything we've been through, everything matter between us. Maybe when that time comes you will see me again to say that we can start it all over again.

...or not?

Ah please dont. I miss you, Af. Sorry for missing you this bad.

I stripped away these conveniences
to restart the way I think.
I am at peace now.

Label: , , ,



Selasa, 14 Mei 2013,22.26{ Stupid writing }

Regret always comes late, rite? Ignoring how bitchy i was on the past, no matter what i've ever had a crush on him. I even wrote his name on this blog like-a century ago, now i write his name like, everywhere when i got a chance to write. 

So, is that you, Karma? You really come, eh?

I really have to swallow my pride and do apologize, but i don't think i have a second chance. I ruined it. I slapped his face with a plate, he forgave. But then when i got my second chance i leave someone with bunches of cares for me with a stinky jerk who doesn't really worth of anything.

Like i said on my entry before, anyone deserve to get a second chance, but not the third one. Then, Karma, wish you're happy. :)

Label: , , , ,



Kamis, 11 April 2013,20.19{ }

"Setiap orang memang berhak mendapatkan kesempatan kedua, tapi tidak kesempatan ketiga." - Amanda Pattisina

Label: , ,



Selasa, 19 Februari 2013,02.57{ We're suppose to be happy }

"Aku sampai membodohi diri sendiri. Begitu banyak orang yang sayang sama aku tapi kenapa aku membiarkan diriku sendiri memusingkan satu orang yang menyakitiku."
Mami Hesty.

I know how it feels, mem. I just know. Rasanya kayak pengen makan orang kan? Padahal rasa sayang orang-orang di sekitar kita itu jauh lebih worth dibandingkan satu orang yang menyakiti perasaan kita itu. Kenapa ya mem kita ngga pernah merasa cukup? Bukankah kita itu orang yang spesial di mata sebagian orang? Buktinya mereka mau melakukan apa saja untuk buat kita senang. Seharusnya kita senang ya mem? But, why...

Label: , ,



Selasa, 22 Januari 2013,06.49{ }

"Profesional itu diam dan tertutup. Profesional itu orang yang misterius, yang nggak bisa dikepoin ceritanya." Dea Widyastari

Label: ,



Selasa, 15 Januari 2013,01.30{ }

"Stres gara-gara tugas? Bukannya tugas itu 'tugas' siswa ya? Kalau nggak mau capek ya nggak usah jadi siswa. Dijalanin aja, ngga usah dibawa sepaneng." Bima Prakasita

Label: , , ,



Selasa, 27 November 2012,02.05{ }

I understand if you're in the middle of such great sorrow. But all that i can say is just those things. I'm not God, who knows HOW to do everything as well. But the only one who know HOW to help you is just YOURSELF, to stand all of this grief and get your face up. Now the problem is just would or wouldn't you do those things? I'm sure you're grown up enough to understand it. I feel sorry if my words can't make you comfort. Now i'm just gonna shut my mouth up to make you glad, baby. I won't bother asking. Not anymore. Sincerely, Renita :)

Label: , ,



Selasa, 23 Oktober 2012,04.00{ where is the respect? }

Great. Someone's ruining my mood this couple days.

I won't talk about somebody's bad. I just wanna share my feeling here. Do you know how does it feel when you do something with big efforts for somebody, while that person goes and asks another to make the same efforts. Oh great, it's getting complicated.

Just make it easy. Gampangnya aja deh. Jadi gini. Bayangin misalnya km udah kerja. Kamu diajak ngerjain suatu proyek sama seseorang. Kalian udah sama-sama setuju. Tapi, partner kamu itu ternyata lagi ada urusan yang lumayan complicated. Kamu udah nyoba buat ngertiin dia, jadi kamu kerjain sendiri sebagian proyek itu. Besoknya, kamu tanyain dia gimana urusan dia, sekalian mau mastiin gimana kelanjutannya proyek kalian. Otherwise, ditanyain gitu dia malah belagak pilon.


"Eh, emangnya aku ada proyek sama kamu? Perasaan aku sama si anu deh."


Ini jeleeeeebbbb.
Mateh lah. Dia malah bikin proyek sama orang lain. Padahal kamu udah ngerjain sebagian, susah payah pula. Bayangin tuh rasanya. Dalemmm woyyy. Padahal aku tuh inget banget waktu dia ngajakin, waktu dia bilang soal itu. Tempatnya sama momennya aku INGET BANGET. Aku belom pikun juga kali, si dia belagak lupa. Atau beneran kamu lupa juga aku nggak ngerti ya, kalaupun itu mungkin. Okelah terserah. Lagian aku nggak rugi kok ini proyek aku bisa selesaiin sendiri. Cuman ya, satu itu: where is the respect? Kamu kayak gitu tu istilahnya kayak apa ya, penghianat kalau bisa disebut kayak gitu. Ups, terlalu gimanaa gitu kalau dibilang gitu. Cuman agak 'ngga menghargai' aja istilahnya. Heran aku kok kamu bisa kayak gitu. Padahal kamu tu 'sejenis orang yang memimpin' loh. Eh maap frontal :p

Yaa gitu deh yang dia lakuin ke aku. Bukan masalah proyek lah tentunya. Ini soal sesuatu yang lebih ke 'highschool stuff'. Tapi tetep aja. Nggak dihargai itu rasanya.. Hmm.

Tapi ini buat introspeksi aku aja sih buat kedepannya. Jangan sampe aku disrespect sama orang lain. Contohnya aja kayak seseorang yang ngasih sesuatu buat seseorang, itu harus dihargai juga kan? Kan dia udah berkorban waktu, tenaga, berkorban malu juga udah ada yg tau. *eh ini aku jadi ngomong apaan.

Gitu aja sih, respek sama orang lain itu perlu. Jangan sampe kamu gituin orang lain kayak orang lain gituin aku ya? Nyesek soalnya. Dadah :)

Label: , , ,



Kamis, 21 Juni 2012,05.39{ crazy popcorn day wiff bff’s }


waking up in the morning, and yawning as I realize that this isn’t Sunday. Yeah, a long Thursday I have to pass as usual. Then I’m up, shower, going outta home and arrived at school at exactly eight. I see around and find that people have their attention at FUTSAL competition since this day classmeet. I stare at basketball field, some guys plays outta there and at volley field, there are several girls do the same. Interested? Nope. I’d rather be home hugging my bolsty and cuddling up under my turquoise blanket instead of yelling there.

So that I, wiff my to besties Dea and Amanda, walk through the crowds whose yelling their favorite FUTSAL team, and go straight to the cafeteria, get some snack and sneak into multimedia room, sit on the desk-chair and turn on the compy. We would like to blogging or sumthin’, but dammit, the compy doesn’t connected to the net. Hell to the no!

So we decided to rent some movie, specifically, the horror ones, and watch them at Amanda’s. There we got The Echo, Three Musketeers (presenting the hot guy of the year: Logan Lerman), MUOI (Asian Horror, haven’t watch it yet), and Hugo (Chloe Moretz). I’ll review on later post ;)

Yeah there, we empty a bag of sweet popcorn in a jumbo size, chikis, and some iced chocolate made by Manda. Five of usMandy, Dea and Me, wiff two little sist Anette and Felicia, much up the backroom of Manda’s hommy. What a very LOL day.

Couple hours stays there, and I’m going home at five. Sooo tired, but there’s nothing more fun than spending some spare time wiff your besties. GREAT DAY!


Label: , ,



Senin, 27 Februari 2012,20.48{ Dear You ~ }


Dear you.
Hey, there. Watcha doin’?
Umm... Honestly I don’t know what to say here. I just feel like, random, or something for now. I am thinking about you. I’m thinking about us. Well, nothing matter with us actually.
I always remember every single word you said to me. The one that I remember the most is, You’ve ever stated to me that you love me. There, at that place, the place where I visit every day and spent most of my daily time. Yes, my classroom.
Dear you,
Thank God, I fall in love with someone like you. I’m really grateful because God sent you for me. Well, maybe I’m not good enough for you, but I can’t tell you that you’re the best among all boys I’ve ever loved. I have no idea how if it wasn’t you.
Boy, do you remember how we first met? You really hated me because I was obeying your advice. Hmm, maybe if I didn’t pull my sleeves at that time, I wouldn’t have texted you to say sorry. Then you wouldn’t have replied me by unpleasant word. And I also wouldn’t have to be mad at you. And then you wouldn’t have called me at night to make peace, and so on.
Those moments make me laugh sometimes. Those moments remind me how bit and annoying you WAS, and how sweet and yearning you ARE.
Dear you,
Do you really ask me whether I being bored with you or not? Are you just stupid or what? What we have done so far? You’ve teach me how to live this life. You teach me to be a better girl. Maybe you’re not suppose to, but you did!
One thing that I want you to always remember: “We both FEEL, we both KNOW, and we both WANT.” So please, don’t say that silly question anymore, baby. Okay? :’)
Even though we have to stay like this for longer time, it’s because of that holy reason, which will make us stronger and better.

With love,
Renita J


Label: , , , ,



Kamis, 23 Februari 2012,18.50{ Trouble is a friend? Or friend is a trouble? }

“Tidak ada persahabatan yang sempurna di dunia ini. yang ada hanyalah orang-orang yang berusaha sebisa mungkin untuk mempertahankannya.” #Refrain by Winna Effendi

Punya masalah soal persahabatan itu udah biasa buat aku. Aku punya beberapa sahabat, dan nggak jarang pula ada konflik di antara kami. Aku udah nggak kaget lagi sama yang namanya “marahan”, salah paham, jealous, blablabla. Aku udah biasa menghadapinya dan sejauh ini Alhamdulillah aku bisa mengatasi konflik-konflik itu satu per satu dan semuanya selesai.
Pernah dulu banget, pertama kali aku marahan sama sahabatku yaitu soal kepercayaan. Trust. Ciyeh, haha. Terus pernah juga konflik sama sahabatku soal cowok, biasa banget masalah itu mah. Pernah juga sampe marahan berhari-hari cuman gara-gara jealous, aku sering bareng sama temenku yang ini lah, yang itu lah, terus sahabatku ini kurang dapet waktu dari aku soalnya kutinggal-tinggal terus sama temen-temenku yang laen.
Waktu naek kelas sembilan juga aku kepisah kelasnya sama sahabatku. Waktu itu galau maksimal pokoknya (eh jaman dulu belom kenal kata-kata galau kali ya), nggak mau dipisah kelasnya, alay en childis banget lah pokoknya waktu itu. sok mellow gimanaa gitu, hihi. Padahal akhirnya juga baek-baek aja kepisah selama setaun. Yeah, we were pathetic dramaqueens, LOL

Tapi itu kan dulu ya, waktu kita-kita masih inosen, yea, you know how’s seventh grader girls, ababil total kan ya, ahaha... ironisnya, ternyata sampe sekarang kita-kita tu masih kayak gitu coba pemirsa! Hmmm, jangan kaget yah, tapi emang gitu kenyataannya.
Sekarang nih aku lagi konflik ama Pungky. Masalahnya masih sama sih... apa coba? “kecemburuan sosial”. Pungky jealous kalo aku keliatan bareng Manda melulu. Kayaknya sih dia salah paham. Belakangan kan aku sama Manda lagi sibuk soal GLADIATION nah makanya aku sama dia jadi keliatan sering bareng terus... padahal ya biasa aja. Malah Pungky sendiri yang agak menjauh dari peradaban menuju dunianya yang lain, sisi lain dari hatinya, apalagi kalau bukan cowok (aduh bahasaku alay :p) dia kan sekarang bisa dibilang ‘punya’ cowok meskipun belom resmi ditembak juga. Nah, waktunya dia kan sekarang makin kebagi-bagi tuh sama nih cowok. Tapi nggak papa juga, aku ngerti kali, kalau masalah ini mah. Yang aku nggak ngerti ya itu tadi, kenapa pake jealous sama Manda segala coba? Ckckck…
Back to the purpose, akhirnya jealous deh Pungky ngeliat beginian. Aku dikira “punya temen baru yang lama dilupain” lah, Manda dikira “tukang ngerebut” lah, ampun deh ini Si Pungky. Ababil banget.
Akhir-akhir ini statusnya Pungky di FB tu galau-galauin aku gitu (ini kepedean ato apa sih -.-)

ini yang menginspirasi judul postinganku, :p ngga tau sih sebenernya nih status buat aku ato bukan XP

status penyindiran tahap satu

status penyindiran tahap lanjut

status penyindiran tingkat akut!

yayaya... kalo aku sih stay cool aja baca begituan. Aku ngerti kok gimana karakter Pungky yang sukanya gitu-gitu. hihihi ^^v
Adalagi satu yang lebih ababil, Linda, yang menyampaikan aspirasinya (halah) lewat twitter.

tweet ababil versi terdahulu

tweet ababil terbaru

Tapi sebenernya ini sih cuman kesalahpahaman aja. Ya mudah-mudahan aja nih konflik bisa cepet selesai, Amiin J orang sebenernya aku tu sayang kok sama sahabatku, dan mereka juga insyaallah sayang juga sama aku, hihihi (ada yang lebih kepedean dari ini nggak?)
Buktinya, ini foto terakhir yang kita ambil bareng-bareng di artos J



yeah, these are us, our firendship yang geli-geli, hiihi..

oiya, temen-temen yang baca posting ini no offense ya, ini cuman sekedar curcolan ababil kea aku ini, wkwk. thanks for reading ^^b

Label: , , ,



Minggu, 22 Januari 2012,21.01{ Feeling Sorry }

Sore ini hujan lagi. Nggak heran karena di bulan Januari ini musim belum berganti. Entah ini sudah keberapa kalinya aku merenung, menangis, dan memendam semua ini di dalam hati, pada akhirnya aku mengatakan juga hal ini pada sahabatku, Pungky, sore ini juga.
Di luar hujan deras, ditambah dengan angin yang kencang. Kilat dan halilintar datang bersamaan dengan air yang mengguyur bertubi-tubi. Aku khawatir tentang kamu, sobat. Dimana kamu sekarang? Aku bertanya pada kekasihmu, dia bahkan tidak sedang bersamamu. Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu pulang ke rumah dan bisa mneghangatkan diri, melindungi diri dari hujan yang menakutkan ini?
Kenapa kamu pergi gitu aja setelah kamu denger ucapanku tadi? Aku minta maaf kalau perkataanku tadi terlalu kasar, aku tau nggak seharusnya aku ngomong sebegitu frontalnya didepanmu tadi.
Aku tertohok waktu lihat air mata tiba-tiba menetes di pipimu, dan aku semakin merasa bersalah saat kau terburu-buru mengemasi barang-barangmu dan berlari meninggalkan aku di ruangan itu dengan perasaan yang bener-bener nggak karuan. Saat itu aku benar-benar benci diriku. Aku merasa sangat jahat.
Kamu bahkan nggak mau mendengarkanku lagi saat aku mengejarmu. Kamu berlari gitu aja menerobos hujan. Kupikir kau mau kembali saat aku berteriak memangggilmu. Tapi mungkin kata-kataku tadi sungguh keterlaluan sampai kamu tak mau kembali seperti ini. sampai akhirnya aku berhenti mengejar dan mencarimu di ujung jalan, di pertigaan SMANSA.
Well, aku minta maaf sama kamu, Pung. Tolong jangan seperti ini. aku sayang kamu, kuharap kamu baik-baik aja ya.

With love, tears, and pain.


Label: , , , ,



Kamis, 05 Januari 2012,20.29{ you are my friend, and you'll always be. }

Hey, boy... how’s life?
It has been awhile, rite?
Well I’m feeling sorry for everything that happened in the past. We used to talk everyday now it’s like we don’t even know each other. Jiah, malah nyanyi.
Af, sebenernya aku kangen banget sama kamu, aku inget saat-saat bareng kamu walaupun itu Cuma sebentar. Saat-saat kita bisa ngobrol dan bercanda bersama-sama tanpa ada rasa canggung sama sekali. Aku inget waktu aku bisa duduk berdua bareng kamu dengan innocentnya, tanpa ada yang curiga maupun cemburu, aku inget sms-sms kamu yang ngingetin aku buat ngga nunda-nunda sholat, gombalan-gombalan kamu yang garing… Hmm, how silli, but sweet.
Tapi itu dulu, sebelum kamu bilang hal itu. hal yang sama sekali tidak pernah terlintas di kepalaku, SAMA SEKALI, yang pada akhirnya ngerusak semuanya. Andai kamu tau betapa speechlessnya aku waktu kamu bilang hal itu. Oh God… I thought I was getting crazy at that time.
You said you love me. In this case, kamu suka aku sebagai layaknya perasaan cowok ke cewek. Aku nggak nyalahin kamu juga sebenernya, ‘cause love is innocent. We can’t choose any person to be loved, but love come by itself. Well, sometimes it lasts, if you fall in love with the RIGHT person. But you aren’t.
Af, aku tau kalau kamu itu tau pasti, ada seseorang, another guy, yang udah menempati sebagian besar ruang di hatiku sejak lama, jauh sebelum aku mengenal kamu. Dan kamu tau pasti siapa dia. The missing part is, KAMU NGGAK NANYA.
Well, sekarang aku nyadar kok. Kalau selama init u aku yang salah. Mungkin perhatianku ke kamu selama ini udah kejauhan kali ya, sampai kamu salah menerjemahkan perasaanku ke kamu. Aku berani sumpah kalau selama ini aku nggak berusaha buat SENGAJA bikin kamu suka sama aku. I just thought that was fine and usual. Mungkin perhatian dan kepedulian yang aku kasih ke kamu selama ini berlebihan  sampai kamu mengira aku suka sama kamu.
Hmm, Af, sekali lagi aku minta maaf. Ternyata, aku belum bener-bener mengenal siapa kamu sebenernya. Buat saat ini, hati aku cuma buat Mas Bima.
Aku sayang kamu. Sebagai temen. Well, for now. Aku nggak tau gimana kedepannya. Kalau tentang perasaan, siapa yang berani jamin?
Moga kamu tetep mau jadi temenku, UNTUK SAAT INI.

Renita


Label: , , , ,



Jumat, 04 Februari 2011,05.36{ A Silly Dramascript }

Judul : Voltage Memory
Cast of Characters : Renita Rismayanti, Dea Widyastari, Pungky Martha, Nurul Aulia Dewi.
Setting
1. tempat : Voltage Canteen, depan Gardena
2. waktu : jam 2
3. suasana : menegangkan (weleh), menyenangkan (ih waw), menyedihkan (karena ga bisa pulang, xixi), dan dingin (apa lagi ini... ckck)

Scene #1
Gardena lantai 3

Dea : ayo semuanya udah apa belooom???
Reni : aku udah kok, tinggal tunggu mereka aja.
Dea : eh ren, ngomong ngomong pungky ama nurul dimana ya? (sambil celingak-celinguk)
Reni : nggak tau, padahal barusan ngeliat. pada kabur kemana yak?? (ikutan celingak-celinguk)
Dea : (masih celingak celinguk) iya ya, kok nggak keliatan...
Reni : lha itu... (nunjuk di rak bagian tempat pensil, pungky ama nurul jongkok. kan gak keliatan...)
Dea : ya ampun... kalian itu dicari-cariin ternyata disitu toh...
Pungky : hehe iya...
Nurul : kita dari tadi disini kok...
Dea : hu.. dasar.

setelah itu, mereka bayar terus turun...


Scene #2
Gardena lantai 1

Reni : guys, beli eskrim yukz...
Pungky : pilek je ren... gak ada magnum sisan...
Nurul : ayooo...
Reni : sip.
Nurul : mau eskrim yang apa ren?
Reni : pengennya sih magnum, tapi sayang ga ada... (manyun)
Nurul : yaudah lainnya aja.
Reni : Feast aja lah.
Nurul : yaudah aku juga,
Pungky : Ren, aku beli hansaplast dulu ya...
Reni : yoi.
Nurul : Ren,
Reni : hem?
Nurul : hehehe... (ketawa gak jelas)
Reni : napa km?
Nurul : ngutang ya...
Reni : (gubrak!) iyaiya.... besok ganti lho! dasar cah ngutangan...
Nurul : iya, besok ya...

lalu setelah itu mereka keluar bersama-sama... (nggak penting banget!)


Scene #3
Voltage canteen

Dea : wah hujannya masih deres. mampir voltage dulu yuggg...
Pungky : yaudah ayo.
Reni : ayo
Nurul : (ikut-ikutan) ayo..
Dea : mau pesen apa ren?
Reni : gatau nih, kamu dulu aja deh.
Dea : jadi gak?
Reni : hm... yaudah itu french fries aja buat berempat.
Dea : okey...
Pungky : duduk situ yuk
(mereka berempat duduk...)
Nurul : aduh... hujannya ini..
Pungky : iya nih, nggak reda-reda...
Waitress : pesanan datang... (emang ada adegan kayak gitu?)
Dea : sepiring berempat...
Nurul : enak-enak...
Dea : mana yang bayar aku,lagi! huh.
Reni : hahaha!
Nurul : haha!
Reni : kamu ngeliatin apa de? (sambil noleh, oh, ternyata video klip band apa itu gatau.)
Dea : itu lho, bagus.
Reni : oh heem, bagus. band apa itu?
Dea : gatau juga aku. coba tanya maz-maz.e...
Reni : (nepuk pundak si maz-maz) maz, mau tanya, itu apa to?
Maz-maz : nggak tau... (tanya temennya) eh, itu apa?
Temennya maz-maz : rock 'n roll... kenapa emangnya?
maz-maz : nggakkk... itu lho si embak tanya...
Temennya maz-maz : Ooh... itu avanged sevenfold dek...
Reni : oooh... makasi maz!
Pungky : tuh kan, avenged sevenfold... dibilangin nggak percaya. (emang pungky bilang gitu apa?)
Dea : ???
Pungky : De, mau beli ovaltine gak?
Dea : ayuk...
Reni : eh, minta dong...
Pungky : aku lagi flu lho ini.. kalo ketularan gimana?
Reni : alah, aku juga udah flu ini...
Nurul : aduh, ini ujannya nggak reda-reda...
Pungky : (ngutak-atik hape) wah dea... langsung ngapdet status...
Dea : hehehe iya doong...
Pungky : aku juga apdet aahh...
Dea : Ren, kamu beli onion ring sana... tadi kan udah beli french fries...
Reni : oke deh.. (mesen ke waitress)
Pungky : sip sip!
Reni : eh aku pinjem hape km dong... buat ngenet boleh ya?? (ke nurul)
Nurul : oke.. tapi jangan lama-lama ya,
Reni : oke.
Waitress : ini pesenan udah jadi mbak...
Reni : oya...
Pungky : wah, mahal, dapetnya cuman sedikit.
Nurul : iya nih, nggak asik.
Pungky : aku bukain saosnya aja ya.. nggak makan deh.
Dea : mana nggak enak lagi.
Pungky : heem, bawang doang. katanya bawang nggak baik buat cewek ya? (kesusahan buka saos)
Nurul : nggak bisa bukanya ya, pung? sini aku bukain...
Pungky: ya. (sambil nyuil onion ring-nya)
Dea : katanya nggak makan pung...?
Pungky : hehehe...


mereka berempat menghabiskan onion ring mereka dan akhirnya pulang... Reni naik angkot 1, Dea dan Nurul naik angkot 6, dan Pungky naik angkot 10.


The end...

Label: , , , ,