Rabu, 02 Januari 2013,10.00{ setengah hati }
Sleepy much but the tasks are still waiting there to be done and thoughts are already full with creeps and nonsenses and stuffs, so this blog is a kind of a simple refreshment. Okay for now, i take it as refreshment other than distraction. Hahaha.
So here, what i have done are blogwalking, improve template (even there's no big change on it), and managing the blogs i follow. I found a friend's old blog which posts are all about her love story when she was in the middle school. Funny actually, but sweet. There i got an old song lyrics. An Indonesian song, and very touching :')
Tertegun ku memandangmu
Saat kau tinggalkanku .. menangis
Bodohnya ku mangharapmu
Jelas sudah tak kau pedulikan cintaku
Mestinya telah kusadari
Betapa perih cinta tanpa balasmu
Harusnya tak ku paksakan
Bila akhirnya kan melukaiku
Reff :
Mungkin ku tak akan bisa jadikan dirimu kekasih
Yang seutuhnya mencintaiku
Namun kurelakan diri
Jika hanya setengah hati
Kau sejukkan jiwa ini
Ku hanya terus berharap
Satu hari kau mampu .. sadari
Tiada yang pernah mengerti
Sepertiku setulus hati mencintaimu
Have any idea about those lyrics? I used to love the band whom deliver that song when i was about in primary school. Setengah Hati by Ada Band. Classic.
I've promised not to do that kind of galauing stuffs at this beautiful year, haven't i? And for now, no. I'm no longer galauing things. I won't change my mood at slight time after i read that lyrics, no. I just find that it's deep and might have some meanings inside. But overall it's just a song which tell us about someone who has a one-sided feeling (is that so?) and being treated unwell by his girlfriend. Ah whatsoever. A song is just a song. As long as it's well-listening then i'd keep listening to it.
I feel that local songs when i was younger are good. Most of them are sooo cool and nice and easy listening but unforgettable. Ah damn. Why do i just realize it now?
Rabu, 16 Mei 2012,23.36{ Nitip salam ya, Jan? :) }
Malem ini
hujan turun lagi. Entah udah keberapa ratus kalinya aku nongkrong di jendela,
mantengin butiran-butiran air hujan yang jatuh ke pekarangan rumahku. Aku
sangat senang sama hujan. Suara percikannya, baunya, suasana dinginnya, semuanya.
Apalagi setelah hujan berhenti. Aroma udara sehabis hujan itu menenangkanku.
Tanah, tumbuh-tumbuhan yang basah, bagus banget. Sesekali, kalau lagi
beruntung, aku bisa lihat pelangi yang cantik setelah hujan turun. Ah, pokoknya
aku suka banget sama hujan.
Kalau lagi
hujan begini, aku pasti jadi ngelamunin banyak hal. Aku jadi keinget memori
masa laluku. Mulai dari waktu aku TK, aku seneng banget main hujan-hujanan sama
tetangga aku di Tangerang dulu. Sama Randy, Eka, terus sama Rika. Keliling
kompleks cuman pake kaos dalem sama CD doang, ngga pake sandal juga. Persis
kayak anak orang gila yang lupa rumah. Waktu di Magelang juga aku dulu masih
seneng hujan-hujanan sama Riri, Mela, Shinta. Terus udah agak gedean, udah SD,
udah ngerasa malu kalau main hujan-hujanan. Terus akhirnya aku bikin
kapal-kapalan dari kertas, dikanyutin ke arus air hujan. Ya Allah, kangen
banget masa-masa itu.
Dulu aku
terkenal paling rajin berangkat ngaji. Soalnya, hujan deres pun aku tetep
ngotot mau berangkat ngaji. Dari rumah rok diangkat-angkat kayak orang
kebanjiran gitu, terus bawa payung kecil warna merah gambarnya teletubbies.
Kakinya nyeker, soalnya sendalnya malah dibuat main kanyut-kanyutan sama
temen-temen. Siapa yang sendalnya kanyut paling jauh tanpa nyangkut-nyangkut,
dia yang menang. Ya ampun, itu udah konyol, jorok maksimal pula. Tapi tetep aja
seru. Kangennn…
Terus makin
gede lagi, udah SMP, udah lumayan normal lah, nggak sekonyol itu lagi. Tapi
jaman-jamannya SMP aku alay banget. Aku sukanya foto-foto waktu hujan deres
pake payung gitu, ikut-ikutan sinetron. Sok-sok pasang muka girang, sok-sok
pasang muka mellow. alaynya, beuh, nggak banget deh pokoknya.
Sampe sekarang
aku masih maniak banget sama hujan. Cuman, aku nggak terlalu seekspresif dulu
aja. Aku cuman nyoba buat memaknai arti hujan dengan cara yang berbeda… *eeaa* Sekarang
bisanya cuman ngeliatin hujan aja, sambil ngelamun, sambil galauin orang. Yang
dilamunin, yang digalauin, yang dikangenin ya cuman itu-itu aja. Jarang ada
yang lain. ya dia itulah. Siapa lagi.
Dia tau kalau
aku suka hujan. Dia tau aku menikmati suara percikannya. Dia tau aku menghayati
suasananya. Tapi kalau lagi hujan, dia inget aku nggak ya? Dia penasaran nggak
ya aku lagi ngapain? Dia kangen nggak ya?
Ah, dia lagi,
dia lagi. Kesel juga sih sebenernya kenapa harus keinget aja soal dia. Lagi
nyanyi, liriknya pasti ngarahnya ke dia. nulis diary juga semuanya soal dia.
nah sekarang aku mau posting blog aja lagi-lagi tentang dia.
Tapi
yaudahlah, mau gimana lagi. Hujan, aku nitip salam aja ya buat tu orang
ngeselin. Sampein ke dia ya, aku kangen sama dia. bilangin, jangan lupa makan,
jangan males mandi, jangan kebanyakan begadang soalnya dia gampang sakit.
tanyain juga sama dia, kapan dia punya waktu buat aku?
Oh iya, Jan.
aku pesen ya sama kamu, kalo dia lagi perjalanan pulang jangan diguyurin,
kasian, dia kan ngga sekebal aku kalo soal hujan-hujanan. Pokoknya kamu jangan
bikin dia sakit. oke, Jan? :D
Label: childhood, love story, rain, teenage life








