Minggu, 22 Januari 2012,21.01{ Feeling Sorry }
Sore ini hujan lagi. Nggak heran karena di bulan Januari ini musim belum berganti. Entah ini sudah keberapa kalinya aku merenung, menangis, dan memendam semua ini di dalam hati, pada akhirnya aku mengatakan juga hal ini pada sahabatku, Pungky, sore ini juga.
Di luar hujan deras, ditambah dengan angin yang kencang. Kilat dan halilintar datang bersamaan dengan air yang mengguyur bertubi-tubi. Aku khawatir tentang kamu, sobat. Dimana kamu sekarang? Aku bertanya pada kekasihmu, dia bahkan tidak sedang bersamamu. Apa kamu baik-baik saja? Apa kamu pulang ke rumah dan bisa mneghangatkan diri, melindungi diri dari hujan yang menakutkan ini?
Kenapa kamu pergi gitu aja setelah kamu denger ucapanku tadi? Aku minta maaf kalau perkataanku tadi terlalu kasar, aku tau nggak seharusnya aku ngomong sebegitu frontalnya didepanmu tadi.
Aku tertohok waktu lihat air mata tiba-tiba menetes di pipimu, dan aku semakin merasa bersalah saat kau terburu-buru mengemasi barang-barangmu dan berlari meninggalkan aku di ruangan itu dengan perasaan yang bener-bener nggak karuan. Saat itu aku benar-benar benci diriku. Aku merasa sangat jahat.
Kamu bahkan nggak mau mendengarkanku lagi saat aku mengejarmu. Kamu berlari gitu aja menerobos hujan. Kupikir kau mau kembali saat aku berteriak memangggilmu. Tapi mungkin kata-kataku tadi sungguh keterlaluan sampai kamu tak mau kembali seperti ini. sampai akhirnya aku berhenti mengejar dan mencarimu di ujung jalan, di pertigaan SMANSA.
Well, aku minta maaf sama kamu, Pung. Tolong jangan seperti ini. aku sayang kamu, kuharap kamu baik-baik aja ya.
With love, tears, and pain.
Label: besties, experience, lifeshare, rain, teenage life





