Kamis, 05 Januari 2012,20.29{ you are my friend, and you'll always be. }
Hey, boy... how’s life?
It has been awhile, rite?
Well I’m feeling sorry for everything that happened in the past. We used to talk everyday now it’s like we don’t even know each other. Jiah, malah nyanyi.
Af, sebenernya aku kangen banget sama kamu, aku inget saat-saat bareng kamu walaupun itu Cuma sebentar. Saat-saat kita bisa ngobrol dan bercanda bersama-sama tanpa ada rasa canggung sama sekali. Aku inget waktu aku bisa duduk berdua bareng kamu dengan innocentnya, tanpa ada yang curiga maupun cemburu, aku inget sms-sms kamu yang ngingetin aku buat ngga nunda-nunda sholat, gombalan-gombalan kamu yang garing… Hmm, how silli, but sweet.
Tapi itu dulu, sebelum kamu bilang hal itu. hal yang sama sekali tidak pernah terlintas di kepalaku, SAMA SEKALI, yang pada akhirnya ngerusak semuanya. Andai kamu tau betapa speechlessnya aku waktu kamu bilang hal itu. Oh God… I thought I was getting crazy at that time.
You said you love me. In this case, kamu suka aku sebagai layaknya perasaan cowok ke cewek. Aku nggak nyalahin kamu juga sebenernya, ‘cause love is innocent. We can’t choose any person to be loved, but love come by itself. Well, sometimes it lasts, if you fall in love with the RIGHT person. But you aren’t.
Af, aku tau kalau kamu itu tau pasti, ada seseorang, another guy, yang udah menempati sebagian besar ruang di hatiku sejak lama, jauh sebelum aku mengenal kamu. Dan kamu tau pasti siapa dia. The missing part is, KAMU NGGAK NANYA.
Well, sekarang aku nyadar kok. Kalau selama init u aku yang salah. Mungkin perhatianku ke kamu selama ini udah kejauhan kali ya, sampai kamu salah menerjemahkan perasaanku ke kamu. Aku berani sumpah kalau selama ini aku nggak berusaha buat SENGAJA bikin kamu suka sama aku. I just thought that was fine and usual. Mungkin perhatian dan kepedulian yang aku kasih ke kamu selama ini berlebihan sampai kamu mengira aku suka sama kamu.
Hmm, Af, sekali lagi aku minta maaf. Ternyata, aku belum bener-bener mengenal siapa kamu sebenernya. Buat saat ini, hati aku cuma buat Mas Bima.
Aku sayang kamu. Sebagai temen. Well, for now. Aku nggak tau gimana kedepannya. Kalau tentang perasaan, siapa yang berani jamin?
Moga kamu tetep mau jadi temenku, UNTUK SAAT INI.
Renita
Label: besties, lifeshare, love story, teenage life, wise stuff





